Selasa, 14 April 2026

KKB Papua

Ungkapan Hati Pendulang Emas Pasca Diusir KKB Papua: Pulang, Nyawa Lebih Berharga

Para pendulang emas di Kampung Wakia, Distrik Mimka Barat Tengah, mengungkapkan perasaannya setelah diusir anggota KKB Papua dari lokasi penambangan.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
PULANG – Warga sipil pendulang emas di Kampung Wakia mengungkapkan suasana hatinya pasca diusir anggota KKB Papua. Pulang, nyawa lebih berharga, istri anak menanti di rumah. 

POS-KUPANG.COM – Para pendulang emas di Kampung Wakia, Distrik Mimka Barat Tengah, mengungkapkan perasaannya setelah diusir anggota KKB Papua dari lokasi penambangan di kampung tersebut. Dibalut rasa takut, mereka pun ramai-ramai meninggalkan lokasi penambangan emas itu  untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing.

“Pulang, pulang, pulang. Cari nafkah (iya), tapi nyawa lebih berharga,” demikian ungkapan hati seorang pria dalam video viral yang menghebohkan publik Tanah Air saat ini.

Pria itu adalah pendulang emas yang merekam momen saat para penambang itu meninggalkan Kampung Wakia dengan cara berjalan kaki saat hari masih pagi.

Dari balik video yang viral itu, pria tersebut mengungkapkan bahwa fakta ini terjadi setelah pada malam hari mereka didatangi oleh anggota KKB Papua.

Saat itu anggota KKB Papua tersebut mengancam sekaligus mengusir mereka untuk segera meninggalkan tempat itu. Bahkan anggota KKB Papua pun memberikan batas waktu dua hari kepada para pendulang emas.

Dalam video tersebut, pria itu juga menyebutkan bahwa saat mereka mulai meninggalkan lokasi tambang, ada beberapa warga yang masih di atas (lokasi penambangan).

Disebutkan bahwa warga itu masih ditahan (oleh anggota KKB Papua ). Ia pun berharap agar tidak terjadi sesuatu atas warga yang ditahan tersebut.

Sementara kepada sesama warga yang sedang berjalan meninggalkan lokasi penambang, pria yang merekan gambar itu lagi-lagi mengungkapkan serangkaian kata yang sepertinya memberi semangat kepada teman-temannya.

“Pulang, pulang, pulang. Cari nafkah (iya) tapi nyawa lebih berharga, keluarga menanti di rumah. Semangat pejuang tambang,” ujar pria tersebut.

Seusai mengungkapkan kalimat tersebut, seorang pria yang membawa tas biru memberikan apresiasi dengan melambaikan tangan sambil tersenyum ke arah kamera.

Video singkat berdurasi 1 menit 30 detik itu pun memperlihatkan suasana pagi yang indah tatkala para pendulang emas itu  melintasi sungai dengan sebagian air yang terlihat berwarna keruh.

Sementara pendulang emas lainnya terlihat berjalan kaki sambil membawa semua perkakas miliknya. Ada yang  membawa tas, tapi lebih banyak juga yang membawa karung dengan memanggulnya di puncak.

Bersamaan dengan keputusan warga meninggalkan lokasi penambangan emas di Kampung Wakia itu, Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra pun menyampaikan imbauan agar para penambang itu segera pulang ke Timika.

Imbauan itu disampaikan dengan harapan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sementara saat ini aparat keamanan sedang melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Baca juga: Polisi Dalami Tindakan KKB Papua Usir Warga Pendulang Emas di Kampung Wakia

Penyelidikan itu untuk mengetahui secara obyektif peristiwa yang sesugguhnya terjadi. Apakah benar anggota KKB Papua yang mengancam dan mengusir para penambang ema situ, adalah anggota KKB Papua yang membawa senjata api atau hanya membawa tombak dan anak panah.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini suasana di wilayah Polres Mimika senantiasa kondusif. Pihaknya juga akan memintai keterangan warga penambang emas di Kampung Wakia termasuk warga yang merekam momen saat meninggalkam lokasi penambangan tersebut. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved