Minggu, 26 April 2026

KKB Papua

Polisi Dalami Tindakan KKB Papua Usir Warga Pendulang Emas di Kampung Wakia

Pasca beredar video viral tentang pengusiran warga penambang emas oleh anggota KKB Papua di Kampung Wakia, kini mendapat perhatian serius dari polisi.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
KOLASE/POS-KUPANG.COM
SEDANG MENDALAMI – Polres Mimika kini sedang mendalami informasi tentang anggota KKB Papua bersenjata api meneror dan mengusir para penambang emas dari Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika. 

POS-KUPANG.COM – Pasca beredar video viral tentang pengusiran warga pendulang emas oleh anggota KKB Papua di Kampung Wakia, kini mendapat perhatian serius dari aparat keamanan di wilayah setempat.

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra mengatakan, bahwa saat ini aparat Polres Mimika sedang mendalami kasus tersebut. Pihaknya sedang menyelidiki kasus pengusiran para penambang emas oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut.

Dari hasil sementara penyelidikan yang dilakukan, katanya, pengusiran warga penambang emas itu, tidak dilakukan oleh anggota KKB Papua yang bersenjata api.

Bahwa benar ada anggota KKB Papua yang datang ke lokasi penambangan. Yang datang itu bawa busur dan anak panah namun tidak membawa senjata api sebagaimana yang ada di video viral itu.

Akan tetapi, katanya, semua informasi itu dihimpun, temasuk tentang anggota KKB Papua yang bersenjata api, meneror warga hingga berujung pada pengusiran para penambang dari lokasi penambangan di Kampung Wakia itu.

Untuk diketahui, dalam video berdurasi 1 menit 30 detik yang kini viral di media sosial, seorang pendulang emas melaporkan bahwa mereka diusir dari lokasi penambangan Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat, Papua Tengah.

Dari video viral itu diketahui, bahwa pengusiran itu berawal dari kedatangan seorang tamu tak diundang pada malam hari, yakni anggota KKB Papuam lengkap dengan senjata api kemudian mengancam dan mengusir para penambang itu dari lokasi penambangan.

Atas ancaman tersebut, keesokan harinya para penambang itu ramai-ramai meninggalkan lokasi kejadian. Pagi itu, mereka menyusuri sungai yang dialiri air untuk meninggalkan lokasi tersebut.

Dalam video viral tersebut, terdengar suara seorang pria yang menyebutkan, bahwa mereka memang mencari nafkah tapi lebih penting menyelamatkan jiwa.

Kapolres Mimika, I Gede Putra mengatakan, bahwa dari beberapa sumber yang dimintai keterangan, belum ada orang yang menyebutkan bahwa mereka melihat langsung ada anggota KKB Papua membawa senjata api di lokasi pendulangan emas

“Kalau membawa senjata api, itu belum dapat dipastikan. Tapi kalau membawa panah dan parang, itu ada. Ini pengakuan dari beberapa saksi saat diinterogasi,” ujar Kapolres I Gede Putra.

Saat ini, lanjut dia, semua pendulang emas tradisional di Kampung Wakia sudah diminta. Mereka juga telah diminta  untuk kembali ke Timika agar bisa menghindari hal-hal tidak diinginkan.

Sementara informasi mengenai penambangan itu menggunakan eksavator, Kapolres Mimika mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil operator untuk dimintai keterangan.

“Kalau terkait penggunaan eksavator di area tambang milik masyarakat tersebut, kami akan melakukan pemanggilan sekaligus memeriksa pihak yang menjadi operator eksavator itu,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa lokasi tambang tradisional itu milik masyarakat adat Kampung Wakia. Di tempat itulah masyarakat melakukan pendulangan untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved