Breaking News
Selasa, 2 Juni 2026

Berita NTT

Obati Cedera Lutut dengan Arthroscopy, Metode Bedah Minimal Invasif 

cedera lutut sering terjadi pada olahragawan tetapi bisa terjadi pada siapa saja, misalnya ketika turun tangga, terselip dan jatuh

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Hip & Knee Siloam Hospitals Kupang, dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT (K) bersama host jurnalis Pos Kupang, Ella Uzurasi, Jumat, 22/03/2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Cedera pada lutut kini sudah bisa diobati dengan metode bedah minimal invasif. 

Spesialis Ortopedi Konsultan Hip & Knee Siloam Hospitals Kupang, dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT (K),  dalam Podcast Pos Kupang, Jumat, 22/03/2024 mengatakan, metode ini sudah bisa dilaksanakan di RS Siloam Kupang

dr. Su Djie menerangkan, cedera lutut sering terjadi pada olahragawan tetapi bisa terjadi pada siapa saja, misalnya ketika turun tangga, terselip dan jatuh ataupun kecelakaan lalu lintas tetapi yang paling sering terjadi biasanya pada olahragawan, atlet atau orang yang senang berolahraga. 

"Yang mau saya jelaskan di sini adalah cedera lutut yang menyebabkan sampai terjadinya robekan ligamen. Kalau cedera lutut biasa yang cuma terbentur kan tidak diapa-apakan bisa sembuh sendiri tetapi kalau sampai terjadi robekan ligamen nah itu perlu kita tangani," kata dr. Su Djie
 
Dia menjelaskan, ligamen adalah suatu jaringan yang menghubungkan tulang dan tulang lainnya dimana ligamen ini sangat membantu kestabilan lutut dan kestabilan sendi yang lain, seperti ligamen yang ada di sendi pergelangan kaki, engkel berarti menjaga kestabilan engkel sementara di sendi pinggul berarti untuk kestabilan pinggul. 

"Kebetulan ini untuk lutut, ada empat ligamen utama, ada ACL, PCL, LCL dan MCL ini fungsinnya betul-betul untuk menjaga kestabilan lutut jadi kalau lutut itu tidak ada ligamen maka waktu kita jalan dia tidak stabil. Begitu ada ligamen dia akan stabil ketika kita mau meluruskan lutut dan melipat lutut gerakannya bagus. Kalau tidak gerakannya goyang," ujarnya. 

Dikatakan dr. Su Djie, untuk cedera ligamen cukup khas ya dimana sendi lututnya agak sedikit terputar atau bengkok yang berlebihan. 

"Ciri-cirinya pasien yang menderita itu kadang-kadang bisa merasakan bunyi dari lutut disertai dengan rasa sakit yang luar biasa. Ini menyebabkan dia sama sekali tidak bisa menapak. Yang berikut langsung bengkak lututnya," katanya. 

Bagi penderita cedera ligamen, dr. Su. Djie menyarankan untuk secepatnya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan lanjutan setelah penanganan tahap pertama.

Baca juga: Penderita Varises Bisa Dapatkan Layanan di RS Siloam Kupang

Proses operasi pada cedera ligamen dengan menggunakan metode arthroscopy tidak membutuhkan waktu yang lama. Sementara untuk pemulihan pasca operasi, menurut dr. Su Djie, membutuhkan waktu minimal empat bulan untuk kembali beraktivitas normal bagi olahragawan, namun, lamanya waktu pemulihan juga tergantung keinginan pasien untuk pulih.

Sebagai informasi, di RS Siloam Kupang, layanan ini belum di-cover BPJS Kesehatan namun pada rumah sakit tipe A sudah di-cover BPJS Kesehatan. (uzu)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved