Unwira Kupang
PLBN Motamasin Malaka Fasilitasi 50 Pelaku UMKM Ikut Workshop
kerja sama dalam meningkatkan literasi keuangan di wilayah perbatasan Motamasin sangat penting untuk memerkuat ekonomi lokal.
Penulis: Paul Burin | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM, BETUN -- Pengelola Pos Lintas Batas Negara (PLBN) atau PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memfasilitasi sekitar 50 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kawasan Perbatasan negara untuk mengikuti workshop pengembangan usaha dan pemanfaatan media sosial dalam memromosikan usaha di Ruang Serbaguna PLBN Motamasin, Jumat, 22 Maret 2024 pukul 09:00 - 12:00 Wita.
Kegiatan ini adalah kolaborasi dari tiga sivitas akademika dari Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang, NTT, Instituto Superior De Filosofia E De Teologia Dom Jaime Garcia Goulart (ISFIT), Dili, Timor Leste; dan Universidade Catolica Timorense (UCT) Dili, Timor Leste.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertajuk, "Pelatihan Kewirausahaan sebagai Bentuk Peluang Bisnis dan Pemanfaatan Media Sosial untuk Promosi Bisnis."
Kepala PLBN Motamasin, Reynold Uran menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo, bahwa fungsi PLBN harus dioptimalisasi dari sekadar perlintasan orang dan barang saja.
Upaya lanjutan dari pembangunan PLBN kata Uran, adalah menjadi pusat pertumbuhan kegiatan ekonomi baru dan pelayanan publik di kawasan perbatasan negara.
"Kegiatan pengabdian ini adalah langkah penting dalam mendukung visi tersebut. Ke depannya, kami sangat mendukung jika terdapat kegiatan lainnya yang akan dilakukan di perbatasan Motamasin," jelas Uran.
Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Katolik Widya Mandira, Bruder Salomon Leky, menjelaskan pihaknya berkomitmen untuk mendukung pengembangan UMKM.
Baca juga: Rektor Unwira Kupang Sebut Wisudawan Tidak Saja Berilmu
Kerja sama ini adalah bukti nyata dari komitmen tersebut.
"Kami berharap materi-materi yang disampaikan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pelaku UMKM di Motamasin," terangnya.
Perwakilan Dili Institute Technology, Nunuk Supadmi, juga memberikan respons atas keberhasilan workshop ini.
Menurutnya, kerja sama dalam meningkatkan literasi keuangan di wilayah perbatasan Motamasin sangat penting untuk memerkuat ekonomi lokal.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif bagi pelaku UMKM," ungkapnya.
Dosen Akuntansi Universidade Catolica Timorense (UCT), Manuel De Brito juga menjelaskan bahwa partisipasi dosen-dosen Universitas Katolik Widya Mandira dalam kegiatan ini sangat berharga.
Ia mengatakan, materi-materi yang disampaikan akan membantu pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha mereka dengan lebih baik.
Terdapat lima tema besar dalam workshop tersebut yang dipaparkan lima pemateri dari para akademika. Tema tersebut seperti Peluang Pengembangan Usaha dan Memanfaatan Media Sosial sebagai Promosi; Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan bagi UMKM; Transformasi Pasar dalam Era Digitalisasi; Pentingnya Mencatat Prive dalam Laporan Keuangan Usaha dan Community Engagement.
Baca juga: 65 Mahasiswa IPM Unwira Kupang Ikut Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.