Ramadhan 2024
Kultum Edisi Kamis 21 Maret 2024, "Keistimewaan Ibadah Puasa"
Akan tetapi, iabadah puasa ini sangat rahasia; tidak ada bedanya antara orang yang sedang berpuasa dengan orang yang tidak sedang berpuasa
Oleh: Ustadz Hidayat Mustafid, Lc. M.A.
Puasa merupakan ibadah yang durasi waktunya sangat panjang, yaitu sepanjang siang hari; dimulai dari terbit fajar waktu shalat shubuh hingga terbenam matahari di waktu maghrib; sekitar tiga belas jam setengah. Sepanjang hari itulah orang yang berpuasa dalam masa pelaksanaan ibadah.
Sedang apapun kesibukannya, ia sedang berada dalam koridor beribadah puasa. Akan tetapi, iabadah puasa ini sangat rahasia; tidak ada bedanya antara orang yang sedang berpuasa dengan orang yang tidak sedang berpuasa ketika keduanya sama-sama tidak makan dan tidak minum. Yang membedakan antara ekduanya adalah niat di malam hari.
Oleh karena kerahasiaannya ini, puasa memiliki keistimewaan kalau pelaksanaannya betul-betul dijaga dari segala hal yang merusak nilai.
Keistimewaan puasa ada pada pengakuan Allah terhadap ibadah puasa bahwa puasa itu diklem sebagai milikNya. Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman: “Seluruh amal ibadah manusia adalah milik pelakunya, selain puasa. Maka puasa itu adalah milikKu dan Akulah yang akan membalasnya.”
Dalam mengomentari hadits ini, imam Nawawi berkata: “Hadits ini menerangkan tingginya keutamaan dan banyaknya pahala puasa karena jika Allah Yang Maha Pemurah itu memberitakan bahwa Dia akan menangani sendiri dalam membalasnya maka itu menunjukkan besarnya balasan dan banyaknya pemberian.”
Dalam kita syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi juga menyampaikan pandangan orang yang mengatakan bahwa sebab diklemnya puasa sebagai milikNya itu karena hanya Allah sajalah yang disembah atau diibadahi dengan berpuasa. Sepanjang sejarah manusia orang-orang kafir tidak pernah menyembah sembahan atau tuhan mereka dengan cara berpuasa.
Imam Ibnul-Jauziy dalam kitab Minhajul Qosidin menegaskan bahwa keutamaan yang paling agung dari puasa adalah diakuinya sebagai milikNya dalam ungkapan “as-Shaumu lie”, puasa itu milikKu.
Dalam kitab ‘Aqdud-Duror’ ada pendapat yang mengatakan bahwa Allah menisbatkan shaum kepada diriNya dan mengakui sebagai milikNya itu untuk memutus ketamakan syetan agar tidak merusaknya.
Apakah semua puasa yang dilakukan oleh semua orang yang berpuasa mendapat pengakuan dari Allah dan diklem sebagai milikNya? Tentu jawabannya dikembalikan kepada cara berpuasanya masing-masing; apakah puasanya sekedar menahan lapar dan haus sementara anggota badannya yang lain tidak ikut berpuasa.
Sahabat Nabi yang bernama Jabir bin Abdullah berkata: “Jika kamu sedang berpuasa maka hendaknya mata, telinga, mulut, dan anggota yang lainnya juga ikut berpuasa.”
Oleh karena itu Rasulullah shallallahu álaihi wasallam menegaskan dalam sabdanya: “Barangsiapa yang (sedang berpuasa) tidak meninggalkan perkataan palsu dan perbuatan palsu (dosa) maka Allah tidak membutuhkan dia untuk meninggalkan makan, minum, dan syahwat kepada istrinya.” Maknanya, puasa orang tersebut tidak diakui sebgai milikNya atau tidak diterima.
Dari keterangn di atas menjadi jelas bahwa keistimewaan puasa yang diklem sebagai milik Allah itu apabila pelksanaan pusanya menjaga diri dari segala perkataan dan perbuatan yang mengandung dosa.
Di sinilah perbedaan puasa umum dan puasa khusus. Puasa umum adalah puasa umumnya masyarakat yang hanya meninggalkan makan dan minum, tapi mulutnya sering mengucapkan kata-kata kotor, menyakiti orang lain, bergunjing, dan lain sebagainya, matanya tidak dijaga dari pandangan dosa, seperti melihat aurat wanita baik langsung atau dari tontonan-tontonan di film, dan pendengarannya sering mendengarkan gunjingan, cerita gossip, music dan lain sebagainya.
Sementara puasa khusus adalah puasanya orang-orang tertentu yang senantiasa menjaga seluruh anggota badannya dari perbuatan dosa, bahkan hatinya selalu mengingat Allah SWT.
Semoga kita semua diberi kemampuan oleh Allah untuk menjaga puasa Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Aamien yaa Robbal-áalamien.
Ucapan terima kasih kepada sponsor Viquam, Bank NTT, Jahe Merah, Agromina, BSI dan JNE. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Kultum Edisi Selasa 9 April 2024, "Jangan Merusak Tenunan yang Sudah Jadi" |
|
|---|
| Kultum Edisi Rabu 10 April 2-24, Pahala Besar Linear dengan Ilmu dan Kesadaran |
|
|---|
| Ramadhan 2024, BPBD Alor Bersihkan Lokasi Sholat Ied |
|
|---|
| Ramadhan 2024, Ketua Pemuda GMIT Petra Kefamenanu Apresiasi Toleransi di Timor Tengah Utara |
|
|---|
| Ramadhan 2024, Penjabat Bupati Rote Ndao Gelar Buka Puasa Bersama di Rujab |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ustadz-Hidayat-Mustafid-Lc-MA.jpg)