Munas Golkar 2024

Sudah Diramalkan, Presiden Jokowi Bakal Gabung ke Golkar Sebelum Desember 2024

Presiden Jokowi sudah diramalkan akan bergabung dengan Partai Golkar sebelum Desember 2024 ini. Setidaknya setelah pada munas Partai Golkar 2024.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
SEBELUM DESEMBER – Sudah diramalkan, Presiden Jokowi akan bergabung ke Partai Golkar sebelum Desember 2024. Jokowi akan bergabung sebelum mengakhiri masa jabatannya pada 20 Oktober 2024 ini. 

POS-KUPANG.COM – Presiden Jokowi sudah diramalkan akan bergabung dengan Partai Golkar sebelum Desember 2024 ini. Setidaknya setelah pada munas partai berlambang pohon beringin tahun ini, Presiden Jokowi sudah dipastikan menjadi bagian dari partai tersebut.

Ramalan itu disampaikan Pengamat Politik, Ray Rangkuti terkait makin santernya isu yang menyebutkan bahwa orang nomor satu di Indonesia ini akan bergabung dengan Partai Golkar pasca mengakhiri jabatannya pada 20 Oktober 2024 mendatang.

Untuk diketahui masa jabatan Jokowi dan Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presidn, akan berakhir pada 20 Oktober 2024 mendatang. Berakhirnya masa jabatan itu ditandai dengan dilantiknya Prabowo SubiantoGibran Rakabuming Raka sebagai presiden untuk periode lima tahun ke depan.

"Kalau Jokowi mau masuk ke Golkar, ya mau tidak mau harus dilakukan sebelum Desember," kata Ray Rangkuti Ketika dihubungi awak media, Selasa 19 Maret 2024.

Dikatakannya, kalau ia melakukannya sebelum Desember 2024, maka Jokowi tidak lebih dari 40 persen untuk bisa menguasai Golkar.

"Karena lazimnya di Golkar itu, kalau orangnya sudah tidak punya kekuasaan lagi, maka sudah tidak dipandang lagi," urainya.

Oleh karena itu, katanya, Presiden Jokowi harus bisa mendorong diri untuk gabung ke Golkar sebelum Desember 2024.

"Tidak dipandang, lagi tidak dilirik lagi (Jika tak punya kekuasaan). Jadi kalau Jokowi ingin menguasai Golkar dia bisa melakukannya sebelum Desember," tegasnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menjawab soal ramainya isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bakal gabung ke partainya tersebut.

Doli menjawab santai isu tersebut, kata dia, sejatinya hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Jokowi yang menyatakan keluar dari Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP).

Bahkan kata Doli, PDI-P sendiri yang merupakan partai tempat Jokowi berkarir politik, belum menyatakan kalau orang nomor 1 di Indonesia itu sebagai mantan kader.

Baca juga: Budi Arie Setiadi Tertawai Sekjen PDIP: Halusinasi Kalau Ganjar – Mahfud 33 Persen Suara

"Sama-sama kita tahu Pak Jokowi kan sampai sekarang belum pernah menyatakan keluar dari PDIP yang selama ini kita tahu beliau kader PDIP. dan PDIP belum pernah menyatakan juga mengatakan Pak Jokowi bukan kader PDIP," kata Doli saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 18 Maret 2024.

"Itu kan kita juga harus hormati, kembali pada putusan," sambung Doli.

Meski begitu, Ketua Komisi II DPR RI itu menyatakan, sejatinya partai berlogo pohon beringin itu terbuka untuk siapapun yang hendak bergabung.

Terlebih untuk seorang presiden, kata dia, untuk masyarakat umum saja yang pengin bergabung, dipersilahkan dan pintu terbuka.

Tunggu Sikap PDIP

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, pihaknya masih menunggu sikap dari PDI-P terkait status keanggotan Presiden Joko Widodo di PDI-P.

Hal itu diungkapkan Ahmad Doli dalam menanggapi isu Jokowi bakal bergabung sebagai kader partai beringin tersebut.

Sebab kata Doli, sampai saat ini Jokowi sama sekali tidak pernah menyatakan keluar dari PDI-P.

“Sama-sama kita tahu Pak Jokowi sampai sekarang belum pernah menyatakan keluar dari PDI Perjuangan yang memang selama ini kita tahu beliau kader PDI Perjuangan,” ujar Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 18 Maret 2024.Selain itu menurut Doli, PDI-P juga sama yakni tidak pernah mengatakan bahwa Jokowi bukan lagi kader mereka.

“Dan, PDI Perjuangan belum pernah menyatakan juga, mengatakan Pak Jokowi bukan kader PDI Perjuangan, itu juga harus kita hormati, jadi kembali pada putusan Pak Jokowi,” kata Doli.

Meski begitu, ia menekankan, Golkar selalu membuka pintu pada siapa saja yang ingin bergabung, termasuk Jokowi.

Di sisi lain, Doli enggan membahas dinamika di internal Golkar terkait dengan musyawarah nasional (munas) yang bakal berlangsung Desember 2024 dan disebut-sebut akan memilih Ketum baru.

Baginya, penyelenggaraan munas masih lama dan tidak perlu diramaikan saat ini.

Apalagi, saat ini berkembang isu bahwa Jokowi dan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka bakal masuk sebagai kader Golkar dan mengikuti kontestasi pemilihan ketua umum pada munas tersebut.

“Makanya, saya kira kalau munas sampai sejauh ini kita belum membicarakan secara detail karena munasnya masih lama dan kemarin soliditas yang saya sampaikan itu kita solid mendukung munas dilaksanakan Desember 2024 sesuai AD/ART dan kemudian menuntaskan periode ini sampai akhir,” ujarnya.

Doli menyebutkan, masih banyak kader Golkar yang ingin kembali mendukung Airlangga untuk menjadi ketua umum periode 2024-2029.

Hal itu disampaikan dalam forum Silaturahmi Partai Golkar se-Indonesia di Badung, Bali, Jumat 15 Maret 2024.

“Yak (banyak yang mendukung Airlangga),” ucap dia.

Baca juga: Jika Menangkan Pilpres 2024, Prabowo Bakal Diuji Pada Masa Transisi Pemerintahan

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena mengungkapkan Airlangga mendapatkan dukungan dari sejumlah politisi senior Golkar seperti Luhut Binsar Pandjaitan, Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung, dan Agung Laksono.

Ia pun menyiratkan bahwa Jokowi sulit untuk mengikuti kontestasi pemilihan ketua umum Golkar karena ketentuan AD/ART.

Sebab berdasarkan AD/ART Partai Golkar Pasal 18 Ayat 4, disampaikkan salah satu syarat mengikuti kontestasi ketua umum Golkar adalah aktif menjadi kader Golkar minimal selama 5 tahun. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved