Liputan Khusus
Lipsus - Waspada, Ada Bibit Siklon Tropis
Khusus untuk daerah bertopografi curam, bergunung, tebing patut waspada akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat hujan dengan durasi panjang.
Pihaknya meminta agar memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Warga juga diharapkan untuk waspada terhadap kondisi ini. "Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ujarnya.
Dua Jenazah Ditemukan
Upaya pencarian Makarius Sareng (70), nelayan Desa Watutedang, Kecamatan Lela Kabupaten Sikka terus dilakukan pihak keluarga bersama warga serta aparat pemerintahan.
Pada Selasa, 12 Maret 2024 keluarga bersama Basarnas Maumere melakukan pencarian. Keluarga juga meminta doa dan berkat serta petunjuk dari Tuhan melalui doa yang dipimpin Romo Arka, Pastor Paroki Lela.
Romo Arka meminta petunjuk Tuhan guna menemukan Makarius yang pergi melaut sejak Senin, 11 Maret 2024 sore hingga kini belum kembali. Hingga kini keluarga masih terus berupaya agar Makarius bisa ditemukan kembali.
"Keluarga pada Selasa, 12 Maret 2024 telah meminta doa dari Romo Arka dan menggelar ritual adat agar proses pencarian berhasil. Keluarga masih terus berharap pencarian bisa menemukan kembali Makarius," papar Camat Lela, Kons Saru, Rabu (13/3).
Sementara Fransiskus Mola Ari (37) yang tenggelam dekat Pelabuhan Aimere, Kabupaten Ngada saat cuaca buruk beberapa hari lalu berhasil ditemukan pada Selasa (12/3) petang oleh Mans Sina. nelayan setempat yang tergabung dalam kelompok nelayan Tante Nela Paris (Tani, Ternak, Nelayan dan Pariwisata - Program Pemkab Ngada).
Sebelum diberangkatkan ke Mauponggo,kampung halaman Fransiskus, jenazah sempat dibawa ke puskesmas Aimere untuk dilakukan pemeriksaan medis. Ratusan warga sekitar pantai Aimere datang menyaksikan evakuasi jenazah Fransiskus Mola Ari. Mereka juga ikut mengantar jenazah ke Puskesmas Aimere.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada, Emanuel Kora, mengatakan evakuasi dan proses pencarian terhadap Fransiskus Mola melibatkan banyak pihak, termasuk masyarakat nelayan setempat, sejak Senin.
"Lokasi dia ditemukan tidak jauh. Dia ditemukan di sekitar tempat dia tenggelam," ujar Emanuel Kora, Rabu (13/3).
Menurut Emanuel, lokasi Fransiskus Mola Ari ditemukan, sudah berulang kali diselami Tim SAR namun mereka tidak menemukan Fransiskus. "Kami lalu minta keluarga untuk berdoa. Mereka juga memohon petunjuk leluhur, buat ritual," ujar Emanuel.
Setelah doa dan meminta petunjuk leluhur, mereka pun menyepakati, seorang nelayan setempat menggunakan peralatan Tim SAR untuk menyelam dan berhasil menemukan jenazah Fransiskus. "Saat ditemukan, jenazah dan pakaiannya masih utuh. Hanya di kepala sudah digerogoti binatang laut," ujar Emanuel.
Eman menegaskan, masyarakat di Kabupaten Ngada khususnya para nelayan diimbau untuk tidak melaut sementara waktu menunggu hingga cuaca kembali normal.
Sementara jenazah Antonius Hadas (75), warga Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara (LAUT), Kabupaten Manggarai Timur juga berhasil ditemukan pada, Rabu (13/3) dini hari. Antonius diduga terseret arus laut di tepi pantai Dampek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tiga-Bibit-Siklon-Tropis-Landa-NTT.jpg)