Selasa, 21 April 2026

Liputan Khusus

Lipsus - 30 Warga Naibonat Mengungsi, Aparat Evakuasi Ibu Hamil

Kepala Desa Oelfatu Benyamin Banu menjelaskan, pohon tumbang terjadi pada pukul 21.00 Wita saat hujan deras dan angin kencang.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Evakuasi terhadap ibu hamil di tengah derasnya banjir di Sungai Nunpisa, Desa Oelatimo, Kabupaten Kupang, Rabu (13/3). 

POS-KUPANG.COM, OELAMASI  - Maeci Kolis (6) meninggal dunia usai rumah Markus Lakusaba, warga Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang tertimpa pohon besar yang tumbang Rabu (23/3) pagi.

Kepala Desa Oelfatu Benyamin Banu menjelaskan, pohon tumbang terjadi pada pukul 21.00 Wita saat hujan deras dan angin kencang.

Dua pohon kapuk dan satu pohon kelapa tumbang ke arah rumah Markus Lakusaba teresebut yang membuat atap rumah tersebut ambruk.

Rumah dengan model semi permanen di Dusul II tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah di mana sebagian atap bagian belakang rumah jebol. Kejadian ini juga merenggut nyawa Maeci Kolis (6) yang saat itu berada di dalam rumah.

Baca juga: Lipsus - Bencana Alam di NTT: Longsor di Rote, Sungai Meluap di Malaka Hingga Banjir Rob di Sikka

Kades Benyamin mengungkapkan,  saat ini korban sudah disemayamkan di rumah duka dan pihak kepolisian dari Pospol Soliu juga sudah turun ke TKP dan mengambil keterangan. "Besok (hari ini, Red) akan dimakamkan," ujarnya.

Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata melalui Kapolsek Amfoang Utara Iptu Wayan Sarjana, Rabu (13/3) menerangkan kematian korban akibat tertindih buah kelapa.

"Dari hasil kesimpulan yang didapati diduga korban meninggal karena hantaman benda keras yakni buah kelapa di bagian dada dan perut yang menyebabkan korban susah bernapas dan meninggal dunia," terang Iptu Sarjana.

Sementara seorang Ibu hamil yang hendak dirujuk ke Rumah Sakit Dedari Kupang sempat terkendala banjir di sungai Nunpisa desa Oelatimo Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Rabu (13/3).

Pasien bernama Aplonia Mona dari Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang akhirnya dievakuasi aparat keamanan baik TNI, Polri, juga Tagana yang siaga  di lokasi banjir tersebut. Mereka menggunakan sebuah perahu karet yang sudah ditautkan pada sebuah  tali dan ujung tali itu diikat di seberamg sungai.

Ibu tersebut ditempatkan di dalam perahu karet beralaskan kasur dan bantal. Tim gabungan mencegah perahu tersebut terbawa arus dan mengangkatnya hingga ke seberang. Sekitar 12 orang yang melakukan evakuasi berjalan di sisi kiri dan kanan juga depan dan belakang perahu agar tidak terseret derasnya arus banjir. Perlahan mereka berjalan sambil memegang perahu dan menyebrangkan ibu hamil tersebut ke seberang sungai.

Kepala BPBD Kabupaten Kupang Semmy Tinenti membenarkan kejadian tersebut dan kata dia ibu ham itu hendak dirujuk ke RSIA Dedari Kupang untuk melahirkan.

"Info terakhir yang kita dapat sudah sampai di Kupang dan ibu itu sudah ditangani dokter di sana," ujarnya.

Kepala Puskesmas Sulamu Yansri Manafe menjelaskan, pasien tersebut berasal dari Desa Oeteta Kecamatan Sulamu dan hendak dirujuk ke Kupang. Namun sampai di sungai Nunpisa tak bisa dilewati karena sedang banjir sehingga petugas di sana membantu mengevakuasi menggunakan perahu karet.

"Sudah dibawa ke Dedari dan dokter sudah tangani, dan melahirkan dengan operasi cesar," terangnya.

Aksi menyeberang sungai yang lagi banjir juga dilakukan sejumlah warga Satarmata Desa Gunung, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) nekat menyeberangi sungai yang tengah banjir. Walau hanya menggunakan seutas tali pria itu selamat dan menaklukan sungai Wae Mokel.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved