Berita Ngada
Kalak BPBD Ngada Tidak Menyebut Nelayan yang Temukan Jenazah Fransiskus Pakai Peralatan Tim SAR
terlibat dalam penanganan terhadap Fransiskus antara lain, Kepolisian, Kodim 1625, BPBD Kabupaten Ngada, Tim SAR, masyarakat sekitar dan keluarga.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti
POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada, Emanuel Kora mengatakan dirinya tidak menyebut bahwa nelayan menggunakan peralatan milik Tim SAR saat menyelam mencari Fransiskus Mola Ari (37) di Perairan Aimere, dekat pelabuhan Aimere, Kabupaten Ngada.
Hal itu disampaikan Emanuel untuk meluruskan pemberitaan sebelumnya, bahwa nelayan menggunakan peralatan Tim SAR.
Dia mengatakan, sejak tenggelamnya Fransiskus Mola Ari, pada Senin 11 Maret siang warga setempat berupaya melakukan pencarian. "Sorenya itu kami menghubungi pihak SAR Maumere melalui kantor perwakilan Ende untuk mengirimkan tenaga Tim SAR dari Ende, lengkap dengan peralatan selam," ujarnya, Rabu 13 Maret 2024.
"Mereka tiba jam 12 malam di Kantor BPDB Ngada dan paginya jam 5 kami langsung meluncur ke lokasi. Sampai di lokasi, jam 8 langsung melakukan pencarian sampai dengan dengan siang. Lalu dari siang jam 2 lakukan pencarian lagi sampai jam 5 sore," imbuhnya.
Baca juga: Nelayan di Ngada Tenggelam di Perairan Aimere Setelah Perahu Diterjang Ombak, Begini Konologinya
Saat jeda istirahat, ada masyarakat yang punya kemampuan untuk menyelam diminta oleh keluarga korban untuk membantu Tim SAR sama - sama melakukan pencarian. "Dan pada saat itu jenazah almarhum ditemukan di tempat tenggelam yang pertama," kata Emanuel.
Menurut Emanuel Kora, sebelumnya Tim SAR sudah berulang kali mencari di lokasi ditemukannya Fransiskus, namun mereka tidak menemukan jenazah Fransiskus. "Tetapi ketika masyarakat melakukan penyelaman, di tempat itulah ditemukan jenazah," katanya.
Setelah ditemukan, jenazah tersebut dibawa ke Puskesmas untuk diperiksa secara medis. Dia katakan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan terhadap Fransiskus antara lain, Kepolisian, Kodim 1625, BPBD Kabupaten Ngada, Tim SAR, masyarakat sekitar dan keluarga.
Dia menyebut, saat ditemukan, jenazah dan pakaiannya masih utuh. Hanya di kepala sudah digerogoti binatang laut. Selanjutnya jenazah dibawa ke Kampung halamannya, di Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.
Eman menegaskan, masyarakat di Kabupaten Ngada khususnya para nelayan diimbau untuk tidai melaut sementara waktu menunggu hingga cuaca kembali normal.
Nelayan Tante Nela Paris Mengaku Pakai Peralatan Pribadi
Sebelumnya diberitakan, Matias Sina (41) adalah nelayan yang pertama kali berhasil menemukan Fransiskus Mola Ari (37) yang tenggelam di perairan Aimere, dekat pelabuhan Aimere, Kabupaten Ngada, Selasa 13 Maret, petang.
Pria yang biasa disapa Mans ini bersama dua rekannya, menggunakan perahu motor Tante Nela Paris (TNP) bantuan Pemkab Ngada, berlayar mengitari pelabuhan Aimere, sebelum menyelam ke dasar laut.
Dengan peralatan seadanya, yaitu kompresor miliknya, Mans dan dua rekannya terjun menyelam ke dasar laut. Mans berdoa dalam hati, semoga Tuhan dan leluhur menyertainya.
Sampai di ke kedalaman kurang lebih dua puluh depa, Mans terperangah melihat Fransiskus dalam posisi telungkup. Dia mendapati Fransiskus dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.