Berita Nasional

Cuaca Ekstrem Hantui Mudik Lebaran 2024

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati berbicara mengenai potensi cuaca ekstrem saat musim mudik lebaran 2024.

Editor: Alfons Nedabang
ISTIMEWA
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Prof. Dwikorita Karnawati. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Dwikorita Karnawati berbicara mengenai potensi cuaca ekstrem saat musim mudik Lebaran 2024.

Dijelaskan Dwikorita Karniwati, kini Indonesia memasuki masa pancaroba, di mana cuaca bisa berubah dengan cepat.

"Masih pancaroba, jadi bisa mendadak gitu loh, kalau musim hujan mulai lagi terus," ujar Dwikorita Karniwati usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR di Senayan, Jakarta, Kamis (14/3).

Dwikorita mencontohkan, saat pancaroba bisa saja cuaca di pagi hari cerah, namun di sore harinya hujan deras. Sebab itu dia mengimbau warga yang ingin mudik untuk memantau prakiraan cuaca.

"Jadi terus mohon memonitor aplikasi info BMKG sebetulnya tidak masalah kan kita udah terbiasa ya, mudik ada hujan, tapi yamg penting monitor aplikasi info BMKG biar tahu nanti kami mudik lebaran ada jalur mudik," ujar dia.

"Jadi poinnya adalah terus monitor susun perencanaan berdasarkan hasil prakiraan cuaca tadi," tambah Dwikorita.

Terpisah, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin menyebut, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah dalam mengantisipasi terjadinya kemacetan kendaraan di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola ASDP.

"Kami sebagai operator pelabuhan yang pasti kami lakukan adalah menyediakan sarana untuk tunggu ya, mungkin itu dulu yang pertama. Jadi memang di area pelabuhan itu ruang tunggu sudah ada," ujar Shelvy.

Baca juga: Bibit Siklon Tropis 94S Terpantau di Laut Timor, Kecepatan Angin 20 Knots, BMKG: Warga NTT Waspada

Menurut Shelvy, hal yang perlu diwaspadai adalah kondisi cuaca ekstrem yang bisa berdampak pada antrean kendaraan hingga perubahan jadwal penyeberangan kapal.

Dia bilang, antisipasi cuaca ekstrem ini dilakukan ASDP bekerjasama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) hingga BMKG.

"Kemudian kayak toilet, mungkin mau salat, tempat makan itu ada. Jadi apabila memang pengguna jasa harus menunggu sampai cuaca mungkin agak reda, maka itu dipastikan fasilitas umum itu ada," jelas dia.

Berkaca pada situasi antrean yang mengular di Pelabuhan Merak hingga jalan tol, lanjut Shelvy, ASDP juga akan menambah operasional kapal besar untuk mengurai kepadatan. Meskipun hal ini dilakukan secara kondisional.

"Kalau perubahan jadwal memang benar-benar tergantung daripada cuaca itu sendiri ya, tapi pastinya pada kayak seperti kemarin ambil contoh ketika itu yang kapal yang beroperasi awalnya ada sekitar 25-an begitu ya tapi ketika cuacanya sudah membaik langsung ditambahkan lagi kapal yang beroperasi, sehingga bisa lebih cepat mengurai antrean," tutur dia.

Adapun ASDP Indonesia Ferry terus meningkatkan fasilitas bagi penumpang penyeberangan dari Pelabuhan Merak-Bakauheni untuk mendukung pelaksanaan Angkutan Lebaran (Angleb) 2024 dengan menambah fasilitas travelator untuk memudahkan pengguna jasa dalam membawa barang bawaan di pelabuhan Merak.

"Ada penambahan kayak fasilitas travelator jadi nanti ada eskalator yang modelnya langsung kayak agak landai naik gitu ya, itu bisa digunakan untuk para pengguna jasa mungkin yang bawa barang gitu, jadi bisa lebih nyaman seperti itu," kata Shelvy.

Baca juga: Terdampak Cuaca Buruk, Kawasan Wisata di Kupang Rusak Dihantam Gelombang 

Dikatakan Shelvy, persiapan Lebaran 2024 dari sisi sarana dan prasarana di pelabuhan Merak dan Bakauheni ASDP telah menyiapkan 7 dermaga berpasangan. Di tahun ini ada penambahan dua dermaga dengan kapasitas hingga 10.000 JRT.

"Untuk tahun ini ada sedikit berbeda karena ada dermaga dua yang kapasitasnya itu kita tingkatkan jadi dari 3000 JRT sekarang kita tingkatkan menjadi 10.000 kapasitasnya. Jadi hampir tiga kali lipat," ucap dia.

"Ini dampaknya apa sih, dampaknya tentu nanti dermaga ini bisa disinggahi kapal besar sehingga bisa membantu percepatan pengangkutan kendaraan seperti itu," imbuhnya.

Di sisi lain, Shelvy juga menegaskan bahwa pelabuhan perbantuan mudik Angkutan Lebaran 2024 yaitu Ciwandan telah siap digunakan. Bahkan, infrastruktur di Pelabuhan Bakauheni pun sudah siap menghadapi arus mudik tahun ini.

"Sudah siap, jadi semua infrastrukturnya juga semua sarana dan prasarana di lokasi Ciwandan dan pelabuhan BBJ Bakauheni sudah kami siapkan," ungkapnya.

Kabaharkam Polri Komjen Fadil Imran sudah memerintahkan jajarannya untuk memetakan daerah-daerah yang rawan selama periode mudik Lebaran 2024. Nantinya, patroli akan ditingkatkan untuk melakukan pengamanan di daerah-daerah yang dianggap rawan tersebut.

"Termasuk tentu di dalamnya kami akan meningkatkan patroli di titik-titik rawan baik rawan kemacetan maupun rawan tindak pidana," kata Fadil Imran.

Fadil mengatakan pengamanan khusus saat menjelang Lebaran nanti akan dilakukan terpusat dengan sandi Operasi Ketupat 2024 dengan melibatkan banyak personel di seluruh Indonesia.

"Itu (Operasi Ketupat) mengamankan arus mudik, mengamankan tempat ibadah, mengamankan sentra ekonomi, pasar, yang merupakan tempat di mana masyarakat beraktivitas," jelasnya.

Dia berharap dalam pelaksanaan pengamanan Hari Raya Idul Fitri tahun ini bisa berjalan dengan baik dan bisa lebih daripada pengamanan tahun lalu.

Baca juga: Bibit Siklon Tropis 91S Menjauh, Kini Muncul Bibit Siklon Tropis 93P Picu Hujan Angin Kencang di NTT

"Masing-masing Polda dalam setiap operasi tentu sudah membuat kirka (perkiraan keadaan), di mana titik yang perlu diberikan pengamanan yang optimal baik terbuka dalam bentuk patroli, penjagaan maupun tertutup dalam pengamanan tertutup lainnya," ungkapnya.

Korlantas Polri sebelumnya memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2024 akan terjadi pada 5 April 2024 mendatang. Sementara untuk puncak arus balik Lebaran akan terjadi 10 hari setelahnya yakni pada 15 April 2024.

"Puncak mudik itu sekitar tanggal 5 ya antara tanggal 5 April dan puncak baliknya tanggal 15 April. itu kita prediksinya seperti itu," kata Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso.

Untuk mengantisipasi kemacetan saat arus mudik dan arus balik tersebut, seluruh jajaran Direktorat Lalu Lintas hadir dalam TFG itu untuk nantinya memahami cara bertindak baik teknis maupun taktis.

"Tadi sudah di TFG kan sudah cukup baik, bagus. Mudah-mudahan ini semua bisa berjalan dengan baik. Sehingga masyarakat dapat melaksanakan beribadah dan mudik dengan baik, sehat, selamat dan nyaman. Itu harapan kita," ucapnya.

Di sisi lain, nantinya Operasi Ketupat akan membentuk Satgas Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), kemudian, mendirikan Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan).

Selain itu juga membentuk tim yang diperuntukkan mengantisipasi kecelakaan lalu lintas.

"Ada penggelaran tim atau tim patroli, tim urai, tim ganjel supaya tidak terjadi kecelakaan, dan tim patroli panduan khususnya untuk panduan untuk kecepatan sehingga semua bisa terantisipasi dengan baik," jelasnya. (tribun network/abd/bel/mam/wly)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved