Pemilu 2024

Suara PPP 'Terkunci' Diujung Kursi

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hampir saja tidak lolos parlemen pada Pemilu 2024.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM
Plt Ketua Umum PPP, M. Mardiono. 

Sandiaga mengatakan PPP telah menyiapkan argumentasi dan bukti-bukti hukumnya seandainya nantinya harus ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sandiaga lalu menyinggung soal capaian perolehan suara PPP di atas 4 persen.

"Kita akan siapkan argumentasi dan bukti-bukti hukumnya sehingga nanti seandainya harus kita ke Mahkamah Konstitusi kita memiliki kesiapan. Tapi dari segi keseluruhan capaian PPP di atas 4 persen ini sudah sesuai target, di atas target karena kita mengalami banyak sekali tantangan," terangnya.

Menparekraf ini juga mengungkapkan tantangan partainya dalam Pemilu kali ini.

"Pertama, tantangan dari sumber daya yang terbatas, juga melinierkan pileg dan pilpres ini yang menjadi tantangan kita ke depan. Saya tetap optimistis, ketika kita bisa mengawal ambang batas 4 persen ini akan terlampaui," terangnya.

Baca juga: 8 Partai Politik Lolos Parliamentary Threshold, PPP Terancam Tanpa Wakil di DPR RI

"Kita punya PR (pekerjaan rumah) yang sangat besar karena dari segi kursi kita akan berkurang. Walaupun kursi berkurang, kontribusi harus bertambah. Itu yang telah kami ingin titipkan kepada para kader untuk terus berjuang," sambung dia.

Sementara itu, perolehan suara sementara hasil pemilu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir.

Seiring dengan itu, perolehan suara sementara PPP disebut mengalami penurunan.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menyebut, ada anomali perolehan suara pada partai berlambang Ka'bah itu.

"Terkait dengan data sirekap KPU memang terjadi anomali khususnya di suara PPP," kata Baidowi kepada Tribun Network.

Baidowi mencontohkan, pada tanggal 28 Februari, PPP memperoleh suara sebesar 3.058.000, namun sempat menurun menjadi 3.040.000.

"Sementara jumlah TPS yang masuk itu bertambah, kan harusnya jumlah suaranya bertambah bukan berkurang," ucap Awiek, sapaan akrabnya.

"Sementara ada partai lain yang mengalami kenaikn tidak wajar, sementara PPP bukan persentasenya, kalau persentase itu otomatis karena otomatis mengikuti suara," imbuhnya.

Lebih lanjut, Awiek menyebut anomali ini menjadi peringatan bagi KPU untuk transparan.

Di sisi lain, Awiek mengajak seluruh kader PPP untuk terus menjaga perolehan suara.

Baca juga: Gara-gara Tak Solid Selama Pilpres, Banyak Pemilih PDIP dan PPP Lari ke Prabowo dan Anies

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved