DAS Benenai Meluap
BPBD Malaka Data Rumah dan Lahan Pertanian yang Terendam Banjir
pihaknya sedang meminta data-data kerusakan akibat luapan banjir tersebut untuk dilaporkan kepada BPBD Kabupaten Malaka.
Penulis: Novianus L.Berek | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka
POS-KUPANG.COM, BETUN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Malaka sedang mendata rumah dan lahan pertanian warga yang terendam banjir.
Banjir pada wilayah tersebut, disebabkan karena turun hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Malaka selama dua hari tanpa henti dari Minggu pagi 10 Maret hingga Senin 11 Maret pukul 03.00 dini hari menyebabkan terjadi luapan banjir dari DAS Benenai.
Luapan banjir dari DAS Benenai ini yang menghantam rumah warga dan lahan pertanian di wilayah Kecamatan Malaka Barat khususnya di Desa Sikun, Desa Fafoe, Desa Oan Mane, dan Desa Motaain. Kemudian di Kecamatan Malaka Tengah khususnya di Desa Naimana, Desa Fahiluka, dan Desa Lawalu.
"Sesuai pantauan kita, banjir merendam rumah dan lahan pertanian warga. Kita akan sampaikan data-data kerusakan apa saja yang terjadi di lokasi banjir tersebut," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malaka, Stefanus Nahak Klau.
Baca juga: Caleg PDI Perjuangan Paskalis Wandelinus Nahak Dipastikan Raih Kursi DPRD Malaka Dapil Malaka 1
Sebelumnya, khususnya untuk Desa Motaain, lahan pertanian diperkirakan 70 hektar baik lahan sawah maupun lahan jagung milik warga ditambah 2 hektar tambak milik warga ikut bocor.
Kepala Desa Motaain, Ambrosius Klau menyampaikan ini kepada POS -KUPANG.COM, Senin 11 Maret 2024.
Menurut Ambrosius, wilayah pemukiman kedesaan Motaain semuanya terendam banjir.
"Sementara perangkat desa mendata rumah - rumah warga yang terendam banjir," jelas Ambrosius.
Dikatakan Ambrosius, jumlah penduduk Desa Motaain sekitar 219 Kepala Keluarga (KK) dan jumlah jiwa sekitar 981 orang.
Camat Malaka Barat, Remigius Bria, SH menyampaikan banjir ini disebabkan hujan yang turun tanpa henti. Apalagi sampai menyebabkan terjadi luapan banjir di DAS Benenai.
"Sesuai informasi yang saya peroleh, banjir tersebut turun sekitar pukul 03.00 dini hari tadi. Oleh karenanya bisa dipastikan rumah dan lahan pertanian warga ikut terendam banjir tersebut," kata Remigius.
Kata Remigius, pihaknya sedang meminta data-data kerusakan akibat luapan banjir tersebut untuk dilaporkan kepada BPBD Kabupaten Malaka.
"Saat ini, saya masih menunggu laporan dari para kepala untuk memastikan berapa rumah dan lahan pertanian yang rusak akibat banjir tersebut," tuturnya.
Update wilayah desa yang terendam banjir di wilayah Kecamatan Malaka Barat, yakni Desa Sikun, Desa Fafoe, Desa Oan Mane, dan Desa Motaain. (nbs)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.