Berita NTT

Usai Sindir Banser, Kompol Bayu Klaim Dekat dengan Banser NTT, Ajhar: Jangan Ngaku-Ngaku Dong

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor NTT, H. Ajhar Jowe, S.Sos, membantah klaim yang disampaikan Kompol Bayu Purdantono itu. 

Penulis: Ryan Nong | Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO-AJHAR JOWE
Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor NTT, Ajhar Jowe 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Klaim Wakapolres Majalengka Kompol Bayu Purdantono, SIK soal kedekatannya dengan Barisan Ansor Serbaguna Nusa Tenggara Timur atau Banser NTT mendapat reaksi keras.

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor NTT, H. Ajhar Jowe, S.Sos, membantah klaim yang disampaikan Kompol Bayu Purdantono itu. 

Ajhar menegaskan, atas nama Ansor NTT, pernyataan perwira polisi dengan satu melati itu tidak benar dan mengada-ngada. Hal itu menurutnya hanya untuk mencari perhatian seluruh kader Banser se-Indonesia.

Baca juga: Ketua PW GP Ansor NTT : Banser NTT Tidak Pernah Kenal Sosok Kompol Bayu Purdantono

“Saya menegaskan bahwa selama dirinya bertugas di Brimob Polda NTT, secara organisasi kami baik di tingkat pimpinan wilayah maupaun pimpinan cabang tidak pernah mengenal AKBP Bayu Purdantono," tegas Ajhar dalam siaran pers Banser NTT yang diterima POS-KUPANG.COM, Kamis (29/2) lalu.

Apalagi, kata Ajhar, sejak 2019 lalu, tidak pernah bersilaturahmi atau dalam bentuk kegiatan apapun dengan GP Ansor

Menurut Ajhar, pernyataan Kompol Bayu Purdantono itu diungkapkan untuk mengibuli atau menarik perhatian atas ketersinggungan secara organisasi GP Ansor atau anggota Banser se-Indonesia.

"Pak Bayu itu jangan ngaku-ngaku sembarang dong, saya mengetahui betul Perwira Polisi lingkup Polda NTT yang dekat sama GP Ansor atau anggota Banser, apalagi satuan Brimob Polda NTT tidak pernah berkoordinasi bersama PW GP Ansor maupun pimpinan cabang GP Ansor se-NTT," tegas Ajhar.

Dirinya selaku Ketua PW GP Ansor sejak 2019 hingga kini, menyebut bahwa belum ada kerjasama antara GP Ansor dan Brimobda Polda NTT untuk mendukung pernyataan kedekatan Kompol Bayu Purdantono dengan Banser NTT.

"Artinya dalam situasi begini pak Bayu jangan asal ngaku punya kedekatan dengan banser di NTT," tandas Ajhar.

Dia bahkan menyebut pernyataan Wakapolres Majalengka itu sebagai sebuah pembohongan publik. 

"Jangan asal mengaku kedekatan sama Anggota Banser NTT. Kami tahu betul saat itu Kepala kepolisian Daerah NTT Irjen Pol Drs. Raja Erizman sebagai Kapolda dan Wakapolda Brigjen Pol Drs. Johni Asadoma, M. Hum. Sehingga semua unsur di jajaran Polda NTT dan Perwira menengah kami mengenal betul," tegas dia.

 

Sindir Banser

Sebelumnya, Kompol Bayu Purdantono diduga menyindir Banser melalui status media sosial facebook miliknya. Hal tersebut memantik reaksi dari Kader GP Ansor dan Banser Majalengka Jawa Barat. 

Adapun sindiran itu terkait aksi Banser yang sempat membubarkan pengajian yang mendatangkan seorang Ustaz diduga penganut paham Wahabi Salafi di Surabaya.

"Melihat pengajian beliau diganggu sama ormas huruf B, sy jadi makin semangat untuk belajar & berlatih lalu sekolah," tulis akun Facebook Bayu Purdantono.

"Semoga suatu saat sy bisa jadi Kapolres yg ada ormas B ini di wilayah tersebut. Sy undang Ustad terbaik dari Salaf utk ngisi pengajian berbobot."

"Saya ikut pengajian itu, gak perlu anggota jaga di depan. Cukup saya di teras luar, coba lihat kelak ada nyali gak mereka," bunyi kutipan dalam akun Facebook Bayu Purdantono itu.

Kader GP Ansor dan Banser mempertanyakan status Facebook Kompol Bayu Purdantono yang diduga mendukung paham Salafi dan menyindir Banser.

Mereka mendatangi Polres Majalengka setelah viralnya status Facebook tersebut. Mereka juga meminta Polres Majalengka dan Bayu Purdantono meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi akibat sindiran terhadap Banser itu. (*)

 

 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved