Berita Manggarai Barat

Bank NTT Lakukan Transformasi Digital pada Layanan Kesehatan di Rumah Sakit

Bank NTT membuat terobosan baru dengan melakukan Transformasi Digital pada Layanan Kesehatan di Rumah Sakit

Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
POS-KUPANG.COM/Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng, Direktur Kredit Bank NTT Paulus Stefan Messakh dan pera mitra di acara strategi dan implementasi program transformasi digital ekosistim kesehatan Provinsi NTT, di Labuan Bajo. Selasa 5 Maret 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT melakukan langkah transformasi digital melalui pemanfaatan ekosistem digital untuk meningkatkan kualitas Layanan Kesehatan di Rumah Sakit.

Direktur Kredit Bank NTT Paulus Stefan Messakh mengatakan, dengan adanya transformasi digital dapat memudahkan masyarakat dalam pelayanan di rumah sakit, karena semua berbasis aplikasi.

"Masyarakat tidak perlu lagi kalau mau ke rumah sakit antri, cukup mendaftar dari rumah, itu teknisnya. Untuk aplikasinya nanti disiapkan vendor yang bekerjasama dengan Bank NTT," ujarnya usai kegiatan strategi dan implementasi program transformasi digital ekosistim kesehatan Provinsi NTT, di Labuan Bajo, Selasa 5 Maret 2024.

Acara itu dihadiri seluruh pimpinan cabang Bank NTT, direktur rumah sakit pemerintah dan swasta seluruh NTT dan perwakilan Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Baca juga: 16.840 Kepala Keluarga di Ngada Dapat Bantuan Beras, Kades Sentil Data Penerima

Menurut Paulus, melalui transformasi digital proses pelayanan di rumah sakit akan menjadi lebih efisien, transparan dan akuntabel. Demikian juga dengan tata kelola keuangan.

"Itu yang menjadi target dan harapan kami. Dari transformasi digital yang dilakukan, Bank NTT bersama mitra terkait bisa mitigasi risiko yang ada. Di samping itu secara administrasi dokumentasi riwayat medik pasien akan desentralisasi secara digital," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank NTT ingin memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, salah satunya membangun ekosistim tata kelola rumah sakit yang lebih baik.

"Bank NTT siap mensupport kebutuhan rumah sakit dari pembiayaan hingga pengelolaan dana," kata Paulus.

Ini juga salah satu upaya Bank NTT agar seluruh fasilitas kesehatan di wilayah itu terintegrasi dengan platform Satu Sehat sebagaimana target dari Kementerian Kesehatan.

Pihaknya menargetkan program transformasi digital bisa diterapkan mulai bulan Mei tahun ini, dan akan diujicoba di sejumlah rumah sakit. Berdasarkan data, kata Paulus, ada 52 rumah sakit pemerintah dan swasta yang sudah mendaftar untuk menerapkan program tersebut.

Baca juga: Ikmahwel Alor Gelar Aksi Galang Dana untuk Bantu Korban Kebakaran di Kecamatan Lembur

"Kalau semua prosesnya selesai lebih cepat, bulan Mei ini programnya sudah bisa berjalan," jelasnya.

Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng memberi apresiasi atas langkah yang dilakukan Bank NTT dalam penerapan digitalisasi layanan kesehatan bagi masyarakat.

"Bank NTT tidak hanya urus nasabah, tetapi ikut berpartisipasi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu di provinsi ini, ini patut diapresiasi," kata Weng.

Untuk diketahui, dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Bank NTT dan PT jasa Medika Transmedic atau JMT selaku vendor.(*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved