Berita Timor Tengah Selatan

Penjabat Bupati Timor Tengah Selatan bersama Forkopimda Sidak di Pasar Inpres SoE 

Berdasarkan sidak tersebut kata Sipa, pihaknya menemukan harga beras yang dijual masih normal.

Penulis: Adrianus Dini | Editor: Edi Hayong
POS KUPANG.COM/ADRIANUS DINI
Penjabat Bupati Timor Tengah Selatan bersama Forkopimda Sidak Ketersediaan Beras di Pasar Inpres SoE, Senin, 4 Maret 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini

POS-KUPANG.COM, SOE - Penjabat Bupati Timor Tengah Selatan, Drs. Seperius Edison Sipa, M.Si bersama Forkopimda melakukan sidak di beberapa kios dan gudang beras di Pasar Inpres SoE, Senin, 4 Maret 2024.

Pantauan Pos Kupang, turut hadir Kapolres TTS, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, Dandim 1621/TTS Letkol inf Sobirin; Kajari TTS, Sumantri; Perwakilan Pengadilan Negeri SoE, Kasat Pol PP bersama anggota dan beberapa pimpinan OPD lainnya.

"Hari ini kami Forkopimda, ada pak Kapolres, pak Dandim, Pak Kajari, Perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Soe melakukan sidak di Pasar Inpres Soe. s
Setelah kita tinjau di Pasar minggu lalu harga beras ini melonjak naik, termasuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sehingga hari ini kita coba tinjau di pasar, di toko-toko dan gudang-gudang pengecer, jangan sampai terjadi penimbunan," ungkapnya saat ditemui Pos Kupang. 

Berdasarkan sidak tersebut kata Sipa, pihaknya menemukan harga beras yang dijual masih normal.

"Ada beberapa tempat yang kami datangi, untuk sementara mereka menjual dengan harga yang normal," imbuhnya.

"Memang beras SPHP harganya naik karena mereka ambil dari Kupang sudah tangan yang kesekian. Untuk memutus rantai drop dari Kupang yang menjuaal ke sini dengan harga tinggi maka, sekarang kita sudah bekerjasama dengan Bulog untuk pengecer-pengecer yang ada di sini yang memenuhi persyaratan kita akan kasih rekomendasi dan daftar di Bulog," bebernya. 

Dikatakan, pengecer tersebut nantinya menjual dengan harga yang ditentukan Bulog.

"Mereka ambil beras dengan harga Rp. 10.250 dan kemudian wajib menjual dengan harga mkasimal Rp. 11.500. Untuk di pasar ini minimal ada 10 sampai 15 pengecer sehingga mereka melayani masyarakat dengan harga maksimal Rp. 11.500 sesuai harga standar yang ditentukan dari Bulog," katanya.

Baca juga: Inflasi di Timor Tengah Selatan Naik, Penjabat Bupati Pantau Harga Sembako di Pasar Inpres Soe

Selain di Pasar Inpres SoE, pihaknya mendorong agar ada pengecer yang bekerjasama dengan Bulog.

"Kita minta agar di semua pasar, selain di Kota Soe seperti di Pasar Kapan, Pasar Niki Niki dan Pasar Oinlasi bahkan nanti di kecamatan kita dorong supaya bisa ada pengecer yang memenuhi syarat untuk mengambil beras di Bulog," tandasnya. 

Untuk diketahui, sebelum melakukan sidak ke Pasar Inpres Soe, Penjabat Bupati TTS bersama rombongan mendatangi gudang Bulog di Kesetnana. (din)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved