KKB Papua
Kapolda Papua Soal Pilot Susi Air: Jangan Ada Pihak Ketiga yang Perkeruh Suasana
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri menandaskan bahwa pihaknya bersama Pangdam XVII/Cendrawasih sudah bertekad menuntaskan kasus pilot Susi Air
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri menandaskan bahwa pihaknya bersama Pangdam XVII/Cendrawasih sudah bertekad menuntaskan kasus pembebasan pilot Susi Air yang hingga kini masih disandera oleh KKB Papua.
“Saya dan Pangdam Cendrawasih sudah bertekad untuk menyelesaikan masalah pembebasan pilot Susi Air itu. Kami berharap tidak ada pihak yang mengintervensi untuk memperkeruh suasana di Papua.”
Hal ini disampaikan Kapolda Papua, irjen Pol Mathius D Fakhiri kepada awak media, Sabtu 2 Maret 2024. Ia mengatakan hal itu kepada awak media terkait upaya pembebasan pilot Susi Air yang sampai sekarang belum dibebaskan oleh KKB Papua.
Untuk diketahui, pilot berkebangsaan Selandia Baru itu disandera Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Egianus Kogoya pada 7 Februari 2024 lalu.
Philips Mark Merthens disandera setelah ia mendaratkan pesawat yang dipilotinya secara mulus di Bandara Paro, Kabupaten Nduga pada Selasa 7 Februari 2023 pagi.
Setelah pesawat itu mendapat sempurna di bandara tersebut, beberapa anggota KKB Papua yang dipimpin Egianus Kogoya langsung bergegas mendekat dan mengintimidasi para penumpang.
Mulanya sejumlah penumpang pesawat tersebut ditahan beberapa saat lamanya. Namun tak lama berselang, para penumpang itu diperbolehkan pulang kecuali pilot Susi Air, Philips Mark Merthens.
Sejak itu sampai saat ini, pilot tersebut ditawan oleh Kelompok Separatis Teroris tersebut. Sang pilot itu selalu dibawa ke mana pun Egianus dkk bergerak.
Meski sampai sekarang pilot berkewarganegaraan Selandia Baru itu disandera oleh KKB Papua, namun ia masih hidup dan sehat.
Baru-baru ini ketika muncul di video yang viral di media sosial, pilot tersebut meminta diberikan obat karena ia menderita asma. Ia juga meminta dibelikan buku agar bisa dibaca.
Atas permintaan itu, aparat keamanan melalui Kapolda Papua Mathius D Fakhiri dan Pangdam XVII/Cenderawasih, Izak Pangemanan pun telah mengirim buku itu kepada kapten Philips.
Buku tersebut dikirim melalui Penjabat Bupati Nduga, Edison Gwijangge. Oleh Edison Gwijangge, buku itu pun dikirim ke pilot Philips Mark Merthens melalui orang suruhan.
Pasca menyerahkan buku dan obat-obatan, tak lama berselang Pemerintah Selandia Baru mengutus Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia menemui Kapolda Papua dan jajarannya.
Dalam pertemuan dengan Kapolda Papua, atase polisi Selandia Baru, Paul Laurence Borell senantiasa menaruh harapan besar kepada aparat keamanan Indonesia untuk menuntaskan masalah tersebut.
Pemerintah Australia pun percaya kalau pemerintah Indonesia melalui aparat keamanan Indonesia dapat mengatasi masalah tersebut dengan baik tanpa adanya korban jiwa..
Atas kepercayaan tersebut, Kapolda Papua mengatakan bahwa saat ini ia bersama Pangdam XVII/Cendrawasih, Izak Pangemanan telah bertekad untuk sesegera mungkin menyudahi masalah tersebut.
"Jadi pemerintah Selandia baru tetap mempercayai Indonesia untuk bekerja. Saya dan Pangdam Cenderawasih juga sudah bertekad untuk menuntaskan masalah ini,” ujarnya.
Ia juga berharap agar tidak ada pihak yang terus memanfaatkan pergolakan di Papua dengan isu-isu yang menyesatkan," kata Kapolda Papua sebagaimana yang dilansir Pos-Kupang.Com dari Tribun-Papua.com di Mimika Sabtu 2 Maret 2024.
Kapolda Mathius D Fakhiri mengungkapkan hal tersebut, seusai meresmikan Rumah Sakit Bhayangkara TK IV pada Sabtu 2 Maret 2034.
Baca juga: KKB Papua Beraksi di Depan Kantor Bupati Intan Jaya, Warga Sipil dan Prajurit TNI Jadi Korban
Kepada awak media, Kapolda Papua juga mengaku, bahwa Pemda Nduga, tokoh masyatakat, dan tokoh gereja Kingmi, kini berkomunikasi sangat intens dengan Egianus Kogoya.Oleh karena itu ia meminta para pihak agar tidak terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan, hal mana bisa mengganggu proses negosiasi yang kini sedang berlangsung.
"Jadi tidak usah terpancing dengan isu-isu lain yang berkembang diluar sana yang dapat memperlambat proses pembebasan pilot Susi Air ini," tandas Kapolda Mathius D Fakhiri. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Kapolda Papua
Mathius D Fakhiri
Pangdam XVII/Cendrawasih
Izak Pangemanan
pilot Susi Air
Kelompok Kriminal Bersenjata
Philips Mark Merthens
Anggota KKB Tersangka Pembunuhan Sopir di Wamena Dilimpahkan ke Kejaksaan |
![]() |
---|
Enam Anak Buah Aibon Kagoya Ditangkap Satgas, Termasuk Satu Videografer KKB |
![]() |
---|
Polisi Buru KKB Terduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek di Deiyai |
![]() |
---|
Dua Ojek Jadi Korban KKB, Ditemukan Terkapar Di Semak-Semak |
![]() |
---|
Tangkap KKB Konara Enumbi, Aparat Amankan Tiga Bungkus Pinang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.