Berita NTT
NTT Hanya Siapkan Bantuan Beras untuk Bencana Alam
Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT hanya menyiapkan bantuan beras untuk bencana alam.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT hanya menyiapkan bantuan beras untuk bencana alam.
Bencana alam seperti banjir bandang dan sejenisnya akan dibantu Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Sosial (Dinsos). Hingga kini ada 37,8 ton beras yang tersedia.
"Secara umum, bansos kita sumbernya hanya ada dari APBD. Bansos sumber pusat itu langsung diintervensi oleh Kemensos, kemudian bansos berkaitan dengan beras itu langsung dengan Bapanas (Badan Pangan Nasional)," kata Kepala Dinsos NTT, Yos Rasi, Kamis (29/2/2024).
Yos Rasi mengatakan, bantuan APBD NTT hanya diberikan kepada 278 keluarga penerima manfaat atau KPM tiap kabupaten/kota. Tiap KPM akan mendapat 20 kilogram beras. Bantuan itu merujuk pada data pendaftaran, percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Sisi lain, Dinsos juga menyediakan bantuan pemberdayaan berbasis masyarakat. Adapun bantuan beras yang ada di Dinsos, kata dia, hanya bisa dikeluarkan saat bencana alam terjadi.
Nantinya Dinsos dari kabupaten/kota akan memberikan laporan atau kejadian. Dinsos NTT menyalurkan bantuan itu dengan prakiraan 4 kilogram per hari selama paling lama tujuh hari.
"Posisi stok beras yang ada di saya itu 37,8 ton. Untuk khusus penanganan bencana," kata dia menanggapi ancaman kekeringan dan mahalnya harga beras di NTT.
Baca juga: Tekan Kenaikan Harga Beras, Pemda TTU Berencana Gelar Pasar Murah Besar-besaran
Selain itu, Dinsos juga mendapat bantuan dari Kemensos berupa makanan siap saji dan alat kebersihan. Bantuan itu sebagiannya sudah diberikan ke daerah. Totalnya ada 2.000 lebih paket.
Menurut Yos Rasi, bantuan dari APBD itu dianggarkan Rp 1 miliar lebih. Rencananya bantuan diberikan sekali dalam satu tahun anggaran atau di tahun 2024 ini. Dinsos bakal menyalurkan bantuan itu di bulan Juni 2024.
Dinsos, kata dia, akan bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan beras bersumber dari anggaran Pemprov NTT. Karena, Bulog punya gudang yang tersedia di seluruh kabupaten/kota di NTT.
"Memudahkan kita dalam penyaluran, berasnya juga tersedia. Terjangkau dan dipertanggungjawabkan dengan baik," kata Yos Rasi.
Dengan kondisi El Nino, inflasi maupun hal lainnya ini, Dinsos berharap bansos beras dari APBD bisa diperbesar. Namun, konsekuensinya APBD juga harus ditingkatkan.
Berbeda dengan dulu, kini beberapa komponen bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) sudah dilakukan penyaluran langsung oleh Kemensos. Yos Rasi mengaku, bansos lainnya, justru melalui kementerian teknis dan langsung disalurkan ke KPM.
Yos Rasi meminta masyarakat atau ormas untuk memaklumi hal ini karena Dinsos hanya menyediakan beras untuk bencana alam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pemeriksaan-administrasi-bansos-beras_01.jpg)