Pasar Inpres SoE Terbakar

Penjabat Bupati TTS Ungkap Kerugian dari Kebakaran Pasar Inpres SoE Capai 170 Juta

Data sementara dari 4 lapak yang terbakar ini kerugiannya sekitar Rp. 170 juta. Pemerintah tentunya tetap menaruh perhatian terkait hal itu

Penulis: Adrianus Dini | Editor: Edi Hayong
POS KUPANG.COM/ADRIANUS DINI
Penjabat Bupati Timor Tengah Selatan, Drs. Seperius Edison Sipa, M.Si bersama Forkopimda secara langsung memantau kondisi di Pasar Inpres Soe pasca kebakaran, Kamis, 22 Februari 2024. 

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini

POS-KUPANG.COM, SOE - Penjabat Bupati TTS, Drs. Seperius Edison Sipa, M.Si bersama Forkopimda secara langsung memantau kondisi di Pasar Inpres SoE pasca kebakaran semalam.

Menurut Sipa, kerugian sementara dari kasus kebakaran ini mencapai Rp. 170 juta.

"Data sementara dari 4 lapak yang terbakar ini kerugiannya sekitar Rp. 170 juta. Pemerintah tentunya tetap menaruh perhatian terkait hal itu," katanya.

Dalam memantau kondisi di Pasar Inpres SoE, Kamis, 22 Februari 2024 ini, turut hadir bersama Edison Sipa, Dandim 1621/TTS Letkol inf Sobirin, S.Ag., M.Si dan Kepala Kejaksaan Negeri TTS, Sumantri, SH beserta pimpinan OPD Lingkup Pemda TTS. 

"Kami Pemerintah Daerah bersama Forkopimda, hadir Pak Dandim dan Pak Kejari TTS, kita memantau langsung ke lapangan terkait insiden kebakaran semalam. Setelah kami ke lapangan, ternyata 4 lapak ini dibangun secara darurat oleh yang bersangkutan," ungkapnya. 

Meski demikian kata Sipa, Pemda tetap mengambil sikap untuk memperhatikan korban dalam kejadian itu.

"Untuk motif kebakaran ini, kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk mendalami penyebabnya, tetapi dari Pemerintah Daerah, kita tetap mengambil langkah agar mendapatkan 4 lapak yang baru untuk pihak korban. Hal ini agar mereka bisa melanjutkan usaha mereka," tandasnya. 

Ke depan dirinya menegaskan, agar tidak ada lagi oknum yang membangun lapak tanpa diketahui pihak Pemda.

Baca juga: Kebakaran di Pasar Inpres SoE, Polisi Masih Olah TKP

"Dengan kejadian kebakaran ini, kita akan melihat kembali agar tidak ada pihak yang membangun lapak secara darurat lagi di dalam pasar. Kita pihak pemerintah yang membangun, kemudian kita serahkan kepada masyarakat yang ingin memanfaatkan untuk kebutuhan usaha," bebernya.

"Hal ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang lain, kalau masih secara swadaya membangun secara darurat, kami akan langsung tertibkan," tambahnya. 

Dia mengingatkan, agar akses jalan di dalam pasar tidak boleh terhalang apapun untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang dapat terjadi.

"Akses jalan di lorong-lorong pasar tidak boleh terhambat, terutama di siang hari. Kita akan tertibkan meja jualan di lorong-lorong yang menghambat akses jalan. Sehingga kalau ada kejadian seperti ini akses jalan tidak menjadi sulit," tuturnya. 

Untuk penertiban yang dimaksud kata Sipa, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bapenda TTS.

"Terkait hal itu kami sudah komunikasikan dengan kepala Bapenda agar selalu mengotrol setiap hari supaya jalan di lorong lancar," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved