Sabtu, 25 April 2026

Berita Sumba Timur

Harga Bahan Pokok Fluktuatif, Pemkab Sumba Timur Kerja Keras Tekan Inflasi

Pengendalian inflasi bisa dilakukan apabila semua masyarakat bergerak, terutama memanfaatkan lahan pekarangan menjadi produktif

Penulis: Mutiara Christin Melany | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ CHRISTIN MALEHERE
Sekda Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu, Selasa, 20 Februari 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus berupaya maksimal untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok akibat tingginya inflasi.

Kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 20 Februari 2024, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu mengatakan harga bahan pangan pokok besifat fluktuatif selain itu juga yang mempengaruhi naik turunnya harga bahan pangan pokok diakibatkan dari persediaan pangan maka hal itu berpengaruh besar bagi para pelaku pasar.

Menurutnya, dalam hal ini pemerintah terus berupaya untuk melakukan rehabilitasi harga agar kenaikan harga tidak terlalu melonjak. Salah satunya dengan melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan PokoK (SP2KP).

“Ini diharapkan dengan adanya system ini grafik harga pangan pokok dapat dikendalikan dan dikontrol oleh pemerintah,”kata Umbu Ngadu.

Pihaknya menambahkan, jika ada indikasi-indikasi yang dapat berdampak pada nilai beli masyarakat maka pemerintah akan cepat tanggap untuk mengantisipasi segala permasalahan.

Hasil pantauan Tim SP2KP pasar lokal di Kota Waingapu tentang laporan enumerator harga pada bulan Januari 2024 maka hasil pantauan telah menunjukkan ada beberapa komoditas bahan pangan pokok masih dalam kondisi stabil ada yang mengalami turun harga dan ada pula yang statis.

“Ini tidak semua kebutuhan pokok mengalami turun harga dan ada pula yang statis namun tidak semua mengalami kenaikan harga yang dilansir oleh data SP2KP di Kota Waingapu,” tuturnya. 

Umbu Ngadu menggambarkan, inflasi pada bulan Januari 2024 berdasarkan info resmi dari Statistik Nomor. 01/02/Th.XXIV.1 Februari 2024 perkembangan indeks harga konsumen Kota Waingapu Januari 2024 inflasi Year on Year (YoY) Kota Waingapu sebesar 2,64 persen lebih rendah dibandingkan inflasi YoY bulan Desember 2023 sebesar 3,27 persen.

Terkait kendala yang dihadapi di masa inflasi saat ini karena belum optimalnya tata niaga pangan dari hulu ke hilir juga produksi hasil pangan menurun sebagai akibat dari El Nino dari kemarau panjang.

Selain itu terbatasnya alokasi anggaran bagi pemerintah daerah Kabupaten Sumba Timur yang memiliki luas wilayah 7.000.5 Km2 yang terdiri dari 22 Kecamatan dimana beberapa wilayah kecamatan (selatan) memiliki topografi wilayah yang sulit dijangakau dalam waktu singkat yang menyebabkan pasokan dan harga pangan tidak stabil.

“Kami berharap dari penyebab ini Pemkab Sumba Timur akan siap mengendalikan harga kebutuhan pangan pokok agar kembali stabil,” tambahnya.

Disamping itu, sesuai penegasan Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing yang mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan dan para petani juga meningkatkan produksi tanaman pangan.

"Pengendalian inflasi bisa dilakukan apabila semua masyarakat bergerak, terutama memanfaatkan lahan pekarangan menjadi produktif maka inflasi dapat ditekan," ujarnya.

Penegasan tersebut telah disampaikan dalam berbagai kesempatan saat musrenbang kecamatan, meminta agar camat, kepala desa, serta lurah menindaklanjuti dengan mengajak masyarakat mengendalikan inflasi.   (zee)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved