Pilpres 2024

Relawan Ganjar-Mahfud Diberi Ultimatum Jika Paksa Masuk ke Kantor Bawaslu RI

Relawan pendukung Ganjar Mahfud diultimatum aparat keamanan jika melakukan tindakan melawan hukum dengan memaksa masuk ke kantor Bawaslu RI.

|
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
DIBERI ULTIMATUM – Kelompok pendukung Ganjar-Mahfud diberi ultimatum oleh aparat kepolisian karena memaksa masuk ke Kantor Bawaslu RI saat mereka menggelar aksi unjukrasa Senin 19 Februari 2024. 

Puluhan aparat kepolisian berjaga di sekitar lokasi agar aksi demo di depan Bawaslu RI hari ini berjalan kondusif.

Koordinator Lapangan Gerakan Keadilan Rakyat, Noviana Kurniati mengatakan, pihak ingin menolak Pemilu 2024 curang kepada Bawaslu.

Sebagai informasi, Noviana Kurniati alias Novi Bule merupakan pelapor Rocky Gerung ke Bareskrim karena menghina Presiden Joko Widodo.

Novi juga seorang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Caleg DPRD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Baca juga: Sebelum Temui Presiden Jokowi di Istana Negara, Surya Paloh Terima Anies Baswedan   

Baca juga: Ganjar-Anies Bakal Bergabung, Todung Mulya Lubis: Tak Ada yang Salah Demi Integritas Demokrasi

"Karena dari awal mulai Pemilu hingga pencoblosan, sangat jelas indikasi kecurangan secara sistematis, terstruktur dan masif," katanya, Senin.

Pendukung Ganjar-Mahfud MD ini mengaku, pihaknya akan menjaga demokrasi Indonesia agar berjalan sesuai aturan.

Kemudian, kata Novi Bule, Cawapres Gibran Rakabuming Raka dinilai sudah melakukan kecurangan karena menggunakan tangan sang Paman Anwar Usaman. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved