Berita NTT
Pengelolaan Barang Milik Negara NTT Capai Rp77,8 Triliun Pada 2023
sampai dengan Desember 2023 sebesar Rp23,30 miliar dari target Rp17,78 miliar atau capaian realisasi sebesar 131,07 persen.
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Bali dan Nusa Tenggara (Kanwil DJKN Bali Nusra) melaporkan Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) nilai buku 2023 tercatat mencapai Rp77,856 triliun.
Barang Milik Negara (BMN) adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban anggaran pendapatan dan belanja negara atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.
DJKN mencatat terjadi kenaikan pengelolaan BMN sebesar hampir Rp2 triliun dari nilai buku pada 2022 yang tercatat Rp75 triliun. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan instalasi dan jaringan serta Gedung dan Jaringan.
Hal tersebut disampaikan Seksi Informasi, Bidang KI Hukum dan Informasi Kanwil DJKN Bali Nusra, Yunianto Sudrajad pada Jumat, 16 Februari 2024.
Baca juga: 20 Wajib Pajak di Sumba Timur Siap Terima Penghargaan dari UPT Samsat NTT
Kemudian aset dan renovasi hal hal tersebut menjadi BMN di NTT mengalami kenaikan signifikan. Untuk realisasi penerimaan negara sampai dengan Desember 2023 sebesar Rp23,30 miliar dari target Rp17,78 miliar atau capaian realisasi sebesar 131,07 persen.
"Terkait dengan BMN tercapai sebesar 13,18 miliar ini mengalami kenaikan sebesar 3,14 dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian untuk PNBP Utang Negara telah tercapai sebesar Rp19,15 juta atau mengalami penurunan sebesar 80,08 persen secara tahunan, dan PNBP Lelang sebesar Rp10,10 miliar atau mengalami penurunan sebesar 22,65 persen,"jelasnya.
Kinerja Penerimaan dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Aset, Piutang dan Lelang sampai dengan 31 Desember 2023 sudah mencapai 131,07 persen dari target.
Realisasi PNBP per 31 Desember 2023 mengalami pertumbuhan negatif sebesar -10,02 persen secara tahunan. Penurunan PNBP berasal dari lelang dan pengurusan piutang negara.
Sementara Realisasi PNBP Aset mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,14 persen (yoy) jika dibandingkan dengan target, realisasi tahunan telah melampui target yaitu 178,63 persen yaitu dari target Rp7,384,000,000.00 tercapai Rp13,189,956,312.00.
Realisasi PNBP yang berasal dari penyelesaian Piutang Negara mengalami pertumbuhan negatif sebesar -80,08 persen (yoy), walaupun demikian jika dibandingkan dari target tahun 2023 realisasi per 31 Desember telah tercapai 100,75 persen.
Hal ini sesuai dengan jumlah outstanding yang harus diurus berasal dari BKPN yang oustandingnya rendah.
Realisasi PNBP yang berasal dari Bea Lelang mengalami pertumbuhan negatif sebesar -22,65 persen (yoy), dan jika dibandingkan dari target ini baru tercapai 97,30 persen.(dhe)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Konferensi-Pers-APBN-Kita-Provinsi-NTT-di-Aula-Lantai-3.jpg)