Pemilu 2024

Prabowo Janji Membentuk Pemerintahan Orang-orang Terbaik

Penghitungan cepat menunjukkan bahwa Prabowo memperoleh sekitar 58 persen suara, cukup untuk memenangkan pemilu presiden dalam satu putaran.

Editor: Agustinus Sape
CNA
Prabowo menyapa para pendukungnya di Istora Senayan Jakarta setelah hitung cepat independen menunjukkan kemenangannya dalam pemilihan presiden, Rabu (14/2/2024). 

Pasangan Prabowo-Gibran didukung koalisi sembilan partai politik. Sedangkan dua lawannya masing-masing didukung empat partai.

Dengan ditetapkannya Prabowo sebagai presiden berikutnya, Burhanuddin memperkirakan koalisinya akan berkembang, sehingga menarik partai-partai yang awalnya mendukung Anies atau Ganjar.

“Prabowo sudah bilang bersedia bekerja sama dengan siapa pun,” ujarnya.

Namun para akademisi dan kelompok masyarakat sipil – yang telah menyesali terkikisnya demokrasi selama kampanye – mungkin akan kecewa dengan hasil seperti itu.

“Saya khawatir tidak akan ada oposisi (terhadap kepresidenan Pak Prabowo). Kalaupun ada, tidak merata dan tidak efektif,” kata Pak Burhanuddin.

Analis politik Yoes Kenawas dari Universitas Atma Jaya Jakarta mengatakan banyak masyarakat Indonesia yang juga khawatir dengan kebangkitan dinasti politik di Indonesia.

“Pemilu ini telah menjadi preseden buruk,” kata Yoes kepada CNA.

Gibran awalnya tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri karena Undang-Undang Pemilu 2017 menyatakan bahwa seorang calon presiden atau wakil presiden harus berusia minimal 40 tahun.

Namun, Mahkamah Konstitusi pada bulan Oktober 2023 – yang diketuai oleh pamannya, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman – memutuskan bahwa persyaratan tersebut tidak berlaku bagi pejabat publik terpilih. Gibran saat ini menjabat sebagai Wali Kota Surakarta atau lebih dikenal dengan sebutan Solo.

Keputusan pengadilan tersebut juga memicu protes luas di seluruh negeri.

Ada juga tuduhan bahwa Presiden Joko Widodo memobilisasi atau membiarkan mobilisasi pejabat publik untuk mendukung kampanye Prabowo.

“Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga… kita telah merayakannya, dan memainkan peran penting dalam mempromosikan demokrasi di kawasan ini, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, dan juga secara global. Sekarang demokrasi Indonesia menjadi tanda tanya besar bagi kami, dan bagi saya, saya patah hati,” kata profesor riset Dewi Anwar Fortuna dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kepada CNA pada acara hasil pemilu.

Namun, seperti yang ditunjukkan oleh pemilu kali ini, banyak masyarakat Indonesia yang bersedia mengabaikan masalah ini, kata Yoes, dengan imbalan program seperti bantuan tunai untuk masyarakat miskin dan insentif lainnya.

Perolehan suara Prabowo, yang melampaui survei pra-pemilu awal bulan ini, menunjukkan bahwa mayoritas pemilih menginginkan kelanjutan kebijakan Jokowi, kata Yoes.

“Kampanye Prabowo cukup efektif dalam menarik dukungan pemilih, khususnya pemilih muda. Penggunaan tipu muslihat politik efektif untuk mengubah perdebatan kebijakan menjadi suka dan tidak suka,” kata Yoes.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved