NTT Memilih
Proses Pemungutan Suara Pemilu 2024 di Timor Leste Gunakan Dua Metode
Proses pemilihan di negara tersebut menggunakan dua metode, yaitu kotak suara keliling luar negeri dan tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN).
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, DILI - Pemilihan Umum 2024 untuk warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Dili, Timor Leste, akan diadakan pada 11 Februari 2024.
Proses pemilihan di negara tersebut menggunakan dua metode, yaitu kotak suara keliling luar negeri dan tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN).
Hal ini di sampaikan oleh Juru bicara Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Dili, Timor Leste, Fidel A Olin ketika dihubungi POS-KUPANG.COM dari Atambua. Sabtu, 10 Februari 2024.
Fidel Olin menjelaskan bahwa WNI di Timor Leste akan mendapatkan dua jenis surat suara, yaitu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta DPR RI dapil dua Jakarta.
"Semua logistik untuk pelaksanaan pemilu telah disiapkan sesuai dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang ada," ujarnya.
Baca juga: KKB Papua Diminta Tak Ganggu Pemilu 2024: Kalau Ada yang Langgar, Itu Bukan Perintah Saya
Fidel menyampaikan bahwa Pemungutan suara bagi WNI yang berada di 12 distrik di Timor Leste menggunakan metode kotak suara keliling (KSK) yang telah berlangsung sejak 4 Februari 2024 hingga 6 Februari 2024.
"Pemungutan suara di 12 distrik tersebut telah selesai dengan metode kotak suara keliling dan semuanya berjalan sesuai regulasi," ungkap Fidel.
Lanjutnya, sedangkan untuk WNI yang berada di Dili, pemungutan suara akan dilakukan pada 11 Februari 2024.
"Fasilitas dan logistik untuk pelaksanaan pemungutan suara yang akan berlangsung besok sudah siap semua mulai logistik, tempat hingga petugas," ungkapnya.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa jumlah DPT WNI di Timor Leste adalah sebanyak 5.833 pemilih, dengan rincian 3.624 pemilih laki-laki dan 2.209 pemilih perempuan.
"Di Kota Dili sendiri terdapat 4.739 pemilih dengan rincian 3.020 laki-laki dan 1.719 perempuan. Sementara di 12 distrik, terdapat 1.094 pemilih, dengan rincian 604 laki-laki dan 490 perempuan," bebernya.
Untuk kelancaran pemungutan suara, kata dia, telah merekrut 120 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPS LN) serta petugas keamanan.
Fidel menambahkan bahwa pemungutan suara pemilu 2024 di Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 Februari 2024 dan 11 Februari 2024, baru akan dilakukan penghitungan suara pada 14 Februari 2024 mendatang.
"Penghitungan suara baru kita lakukan pada 14 Februari 2024 mendatang," pungkasnya. (cr23)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.