Pilpres 2024

Serang Anies Baswedan, Ahok Minta Warga Jangan Pilih Pemimpin yang Suka Menipu

Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok meminta warga Indonesia jangan memilih pemimpin yang sukanya menipu rakyat. Pemimpin yang manis di mulut

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
SUKA MENIPU – Basuki Tjahaja Purnama meminta warga agar dalam Pilpres 2024 ini, tidak memilih pemimpin yang sukanya menipu rakyat. Pemimpin yang bermulut manis, suka menebar janji tapi hanya sebatas janji. 

POS-KUPANG.COM – Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok meminta warga Indonesia jangan memilih pemimpin yang sukanya menipu rakyat. Pemimpin yang manis di mulut, suka menebar janji-janji tapi hanya sebatas janji.

“Janji-janji manis itu hanya sengaja dilontarkan untuk memperdayai, untuk menipu-nipu rakyat agar memilihnya. Pemimpin seperti itu sebaiknya jangan dipilih,” ucap Ahok yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Ahok mengatakan itu saat bertemu warga  Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 7 Februari 2024. Ia datang ke Kupang bersama putra calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo

"Jadi, jangan mau pilih yang suka nipu-nipu. Masih ingat di Jakarta dulu kan? DP nol persen rumah, KJP boleh ditarik tunai. Orang percaya semua kan?" kata Ahok disambut aplaus meriah warga Kota Kupang. Sembari tertawa, Ahok juga menjelaskan tentang aneka program yang tidak masuk akal yang dilontarkan pemimpin yang sukanya menipu rakyat tersebut.

Menurut Ahok sang pemimpin penipu mengatakan dengan DP rumah nol persen, maka semua orang akan mengambil rumah itu. Tapi faktanya cicilan bisa mencapai 100 juta tiap bulan.

Hal itu, katanya tentu akan memberatkan. "Jadi maksud saya, tolong jangan diperdaya oleh orang yang lagi jual kecap. Semua jual kecap bilang nomor satu kan? Hati-hati," ujar Mantan Komisaris Utama Pertamina ini. 

Meski saat itu Ahok tidak menyebut nama pemimpin yang dimaksudkannya, namun tampak jelas kalau pernyataan tersebut disasarkan pada capres nomor urut 1, Anies Baswedan yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta.

Saat dalam Pilkada DKI, Anies menjanjikan rumah dengan DP 0 persen bagi warga Jakarta yang nyatanya tidak bisa dipenuhi.

Ahok juga mengungkit kembali penerapan Nawacita yang dijalankan Presiden Jokowi selama hampir 10 tahun memimpin bangsa ini. 

Menurut dia, Nawacita yang dikerjakan Jokowi selama dua periode ini merupakan susunan dari PDIP.

Sehingga, kata dia, pernyataan mengenai keberlanjutan akan sangat cocok dijalankan oleh Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. 

"Yang mengusul Nawacita sejak periode pertama Pak Jokowi itu PDI Perjuangan bos. Jadi bagi saya kalau mau meneruskan Nawacita yang udah jalan 10 tahun, saya butuh orang yang ngerti Nawacita," kata Ahok, Rabu 7 Februari 2024 di Kupang.

Karenanya Ahok merasa aneh ada orang yang ingin mengganti program Nawacita yang sudah dikerjakan 10 tahun belakangan ini.

Baginya itu sesuatu bahaya. 

Dia berpesan ke masyarakat untuk memberikan hak pilihnya secara jujur berlandaskan asas Pemilu. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved