Minggu, 12 April 2026

Berita Flores Timur

Sikka Diserang Virus ASF, Peternak Babi di Flores Timur Gusar, Pernah Rugi Miliaran Rupiah

Kemunculan virus yang mematikan usaha peternak babi itu sudah terjadi di Kabupaten Sikka, tetangganya Flores Timur.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
Ternak babi milik seorang warga di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Senin 27 Maret 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Peternak babi di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali gusar setelah menyimak kabar soal kemunculan virus African Swibe Faver atau virus ASF atau demam babi Afrika.

Kemunculan virus yang mematikan usaha peternak babi itu sudah terjadi di Kabupaten Sikka, tetangganya Flores Timur. Ada 74 ekor babi di Sikka mati mendadak akibat virus ASF.

Boro Yakobus, peternak babi asal Desa Nobo, Kecamatan Ile Boleng, Pulau Adonara cemas dengan kabar itu. Pria 63 tahun ini gelisah karena pernah mengalami kerugian miliaran ruliah pasca ratusan ternaknya mati terserang virus.

"Ini kalau lengah maka kita punya ternak di Flores Timur habis, terancam sekali," katanya kepada wartawan, Kamis, 1 Februari 2024.

Yakobus berharap Pemkab Flores Timur perketat penjagaan ternak babi yang masuk dari luar daerah, apa lagi saat ini sudah memasuki musim hujan, maka ancaman virus semakin besar.

"Tolong jaga di wilayah perbatasan. Supaya pantau dan cek ketat ternak babi yang masuk ke wilayah kita," harapnya.

Dia sedang melakukan biosecurity sebagai upaya mencegah kuman penyakit agar tidak masuk dan menyerang ternaknya yang saat ini masih sehat.

Baca juga: Sah, Ini Daftar Nama Komisioner KPU Flores Timur Periode 2024-2029

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Flores Timur, Vian Kiti Tokan, mengatakan pihaknya sudah menerima informasi soal virus ASF.

"Iya, ada info di Sikka sudah mulai (ASF)," katanya melalui pesan whatsapp.

Dia menjelaskan, Kabupaten Flores Timur masih aman dari ASF dan hingga kini belum ada laporan ternak yang mati mendadak.

"Di kita belum ada laporan, semoga tidak masuk," ujarnya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved