Berita RSUP dr Ben Mboi Kupang

RSUP Ben Mboi Kupang Terapkan Layanan Minimal Invasif Urologi

Layanan urologi di RSUP dr. Ben Mboi Kupang, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerapkan layanan minimal invasif

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/HO- dr. Arley Sadra Telussa, Sp.U
RUANGAN EWSL - Dokter spesialis urologi dari RSUP dr Ben Mboi Kupang, dr. Arley Sadra Telussa, Sp.U saat berada di ruangan ESWL atau Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Layanan urologi di RSUP dr. Ben Mboi Kupang, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerapkan layanan minimal invasif.

Layanan itu menggunakan alat canggih dan tanpa sayatan pada bagian yang akan dilakukan tindakan medis.

Urologi merupakan cabang ilmu bedah yang menangani saluran kencing untuk pria dan wanita, serta kelamin pria.

Menurut dokter spesialis urologi yang ada di RSUP dr. Ben Mboi Kupang, dr. Arley Sadra Telussa, Sp.U, tiga kasus terbanyak dalam urologi adalah pembesaran jinak kelenjar prostat atau BPH, batu saluran kemih dan infeksi saluran kemih.

Berangkat dari itu, RSUP dr. Ben Mboi Kupang menyediakan layanan urologi, menggunakan peralatan kekinian untuk menangani pasien.

"Keistimewaan urologi, operasi dengan alat canggih (minimal invasif) dan operasi tanpa sayatan atau luka," kata dia, Rabu (31/1/2024).

Adapun minimal invasif itu dilakukan pada operasi pembesaran prostat dengan tanpa sayatan (TURP). Selain itu, tindakan lebih ramah itu juga untuk operasi batu saluran kemih.

Baca juga: Begini Cerita Awal RSUP dr Ben Mboi Kupang Dibangun

Operasi itu, kata dr. Arley Sadra Telussa, ditembak menggunakan laser bernama holmium dan menggunakan kamera canggih (endoskopi).

Batu pada saluran kemih dipecahkan kemudian dikeluarkan.

Dia menyebut, kelebihan dari oprasi itu sepertiĀ  tanpa sayatan, lama rawat yang lebih singkat, nyeri pasca operasi yang rendah dan angka komplikasi yang rendah.

Layanan lain dengan metode minimal invasif adalah ESWL atau Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy. Layanan itu digunakan saat tindakan untuk memecah batu ginjal.

Tindakan ini, kata dr. Arley Sadra Telussa, tanpa operasi, dan menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh pasien.

"Jadi alat ditempel ke pinggang. Alat itu akan keluar gelombang kejut. Gelombang kejut itu akan di fokuskan ke batunya. Batunya akan pecah, terus akan keluar lewat saluran kencing," ujarnya.

Pada layanan urologi itu, juga melakukan tindakan rekonstruksi urologi dan keganasan saluran kemih.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved