Pilpres 2024

Guntur: Kalau Ganjar-Mahfud Jadi Capres-Cawapres Terpilih, Nasib Jokowi Bisa Diapapin Aja

Guntur Soekarnoputra, adik kandung Megawati Soekarnoputri melontarkan penyerataan mengejutkan tentang nasib Presiden Jokowi setelah jadi presiden.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
BISA DIAPAI AJA – Guntur Soekarnoputra mengungkapkan hal mengejutkan. Bahwa nasib presiden bisa ditentukan menjadi apa saja apabila Ganjar Pranowo dan Mahfud MD terpilih menjadi presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 mendatang. 

POS-KUPANG.COM – Guntur Soekarnoputra, adik kandung Megawati Soekarnoputri melontarkan penyerataan mengejutkan  tentang nasib Presiden Jokowi setelah menyelesaikan tugasnya sebagai presiden dalam tahun 2024 ini.

Ia menyebutkan, bahwa nasib Presiden Jokowi tersebut, akan mudah ditentukan apabila Ganjar Pranowo dan Mahfud MD bakal menjadi calon presiden dan calon wakil presiden terpilih pada 14 Februari 2024 mendatang.

"Kalau Ganjar dan Mahfud sudah jadi presiden dan wakil presiden, presiden punya hak prerogatif, gampang itu Jokowi mau diapain, terserah," kata Guntur.

Guntur Soekarnoputra mengatakan hal tersebut  di hadapan para relawan, Senin 29 Januari 2024. Seperti diketahui, Ketua Dewan Ideologi DPP PA GMNI, Guntur Soekarnoputra menyinggung Jokowi saat acara "Rock and Roll Day’s" di Rumah Aspirasi Ganjar-Mahfud, Menteng, Jakarta,

Namun terhadap pernyataan Guntur Soekarnoputra tersebut, Pengamat  Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin angkat bicara. Ia bahkan menyatakan kalau dirinya tak menyangka Guntur akan seberani itu menggertak Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ujang Komarudin mengatakan bahwa Guntur seharusnya  tak mengatakan hal tersebut karena bisa mengundang isu kontraproduktif.

“Pernyataan itu sesungguhnya merupakan bentuk kritikan yang keras dari Guntur. Sejatinya, kritikannya jangan seperti itu, karena (pernyataan) itu seperti mengejek Jokowi atau terlalu merendahkan Jokowi,” kata Ujang.

“Yang dilakukan oleh Guntur itu bagian dari ‘serangan’ PDIP kepada Jokowi yang dianggap sudah tidak sejalan lagi dengan garis partai," imbuhnya.

"Tapi, apapun itu, kita sudah sama-sama tahu bahwa Jokowi punya pilihan, PDIP juga punya pilihan dan pilihannya berbeda, maka suka tidak suka dalam konteks Pilpres 2024 ya bertempur antara PDIP dengan Jokowi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ujang mengungkap bahwa pernyataan Guntur berpotensi memberi dampak negatif, baik bagi Guntur maupun PDIP.

“Apa yang dilakukan oleh Guntur sangat keras, terlalu keras, dan itu bukan hanya merugikan Guntur sendiri, tetapi juga PDIP, karena Jokowi pun bisa marah," katanya.

"Jokowi pun bisa ‘mengganjal’, bisa menghadang PDIP maupun Ganjar-Mahfud untuk bisa unggul,” jelasnya.

Dengan tensi politik saat ini, Ujang berharap setiap politikus dapat bersaing secara sehat dan rasional, serta menahan diri mereka, salah satunya dengan tidak merendahkan pihak manapun.

Politik itu, kata Ujang, harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Berpolitik harus bersaing dengan sehat, harus bersaing dengan rasional," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved