Berita NTT
Banyak Anak NTT Gagal Jadi Polisi, Jacki Uly akan Perjuangkan
Pada kesempatan ini Jacki mengatakan, ia hadir bukan untuk kampanye, namun sebagai wakil rakyat wajib turun untuk menyerap aspirasi masyarakat
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Pertemuan antara warga RT 15/RW 05, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan anggota Komisi III DPR RI, Y.Jacki Uly, SIK, M.H, berlangsung hangat, Selasa, 30 Januari 2024 sore.
Ada banyak aspirasi yang disampaikan warga Jalan Mengkudu, Oepura itu. Satu di antara isu yang diangkat adalah masalah kuota penerimaan anggota Polri bagi anak-anak lokal.
Dilukiskan bahwa puluhan bahkan ratusan anak dari daerah ini gagal mengikuti seleksi menjadi anggota Polri.
Dari sisi fisik dan kesehatan serta intelektualitas, anak-anak telah memenuhi syarat.
Jacki Uly, yang juga mantan Kapolda NTT ini mengatakan akan memerjuangkan secara serius.
“Saya akan bertemu Pak Kapolda NTT dan Pak Kapolri untuk menyampaikan aspirasi ini,” kata Jacki Uly.
Jacki menanggapi pertanyaan Charles Sanam dan Yohanes Sanam pada pertemuan dengan tema, Aspirasi Masyarakat, Penguatan Sistim Demokrasi Indonesia ini.
Hadir sekitar 150 warga. Baik Charles dan Yohanes Sanam membandingkan bahwa di masa kepemimpinan Kapolda Jacki Uly, kuota atau jumlah penerimaan calon anggota Polri sangat tinggi.
Dua Sanam ini hampir senada mengatakan, pihak Polda NTT diharapkan memerhatikan anak-anak lokal sebagaimana saat Kapolda NTT, Jacki Uly bertugas.
Charles mengatakan, pihak Polda dan Kapolri diharapkan melihat hal ini secara serius. Sebab anak-anak di daerah ini juga membutuhkan support agar ia dapat tumbuh dan berkembang sejajar dengan anak-anak dari wilayah lain di Indonesia.
Charles mengatakan bukan berarti rekrutmen itu menyalahi aturan. Aturan kata lelaki asal Timor Tengah Selatan (TTS) ini wajib ditaati.
Baca juga: Jacki Uly Serap Aspirasi Masyarakat Kelurahan Oebobo Kota Kupang
“Apakah ini karena alat yang salah deteksi kah atau karena apa?” kata Yohanes Sanam dengan suara yang cukup tegas. Menjawab pertanyaan ini, anggota Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum dan HAM ini mengatakan, akan meneruskan informasi ini ke pihak yang berwenang.
'Ia setuju bahwa anak-anak daerah patut diberi kesempatan. Jacki Uly yang juga mantan Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) ini mengatakan, di masanya ia sangat serius memberi kesempatan kepada anak-anak dari daerah ini.
“Pernah dari seribu peserta dari NTT, saya minta kuota 800 orang anak diterima. Dan, mereka menjadi polisi,” kata Jacki.
Saat itu kata dia, dalam konteks “melihat” anak-anak NTT, ia berpatok dari kartu tanda penduduk (KTP). Jika baru setahun tinggal di NTT, maka yang bersangkutan, gugur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/uly-di-naikolan.jpg)