Pilpres 2024

TERNYATA, Ganjar Pranowo Minta Mahfud MD Mundur dari Melko Polhukam: Kita Ambil Langkah Lain

Demi menghindari konflik kepentingan dalam Pilpres 2024 capres yang diusung PDIP Ganjar Pranowo meminta Mahfud MD mundur dari Kabinet Indonesia Maju.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
MINTA MUNDUR – Ganjar Pranowo, calon presiden yang diusung PDIP dan beberapa partai koalisi, meminta Mahfud MD yang juga calon wakil presiden nomor urut 3 untuk mundur dari Menko Polhukam guna menghindari konflik kepentingan pada Pemilu 2024. 

POS-KUPANG.COM – Demi menghindari konflik kepentingan dalam Pilpres 2024, capres yang diusung PDIP dan beberapa partai koalisi, Ganjar Pranowo meminta Mahfud MD untuk segera mundur dari Menko Polhukam, jabatan yang diemban selama ini.

Saran untuk mundur dari Menko Polhukam itu disampaikan Ganjar Pranowo, menyusul ada unggahan dari akun X yang dinilai tidak netral, dengan tagar Prabowo-Gibran,

Ganjar yang juga Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menyebutkan bahwa saran yang disampaikannya kepada Mahfud MD itu semata-mata untuk menghindari konflik kepentingan yang kini mulai mencuat.

"Beberapa kejadian orang menggunakan fasilitas, menggunakan alat transportasi alasannya kunjungan kerja tapi di sana kampanye. Rakyat bisa melihat, maka kita sedang mengambil langkah lain, yakni mundur," kata Ganjar di Kendal, Jawa Tengah, Selasa 23 Januari 2024.

Atas dasar itu, Ganjar Pranowo juga meminta para pejabat yang terlibat Pemilu 2024 agar segera meletakkan jabatan. Hal itu perlu dilakukan semata-mata untuk menghindari konflik kepentingan.

Ia juga menyebutkan bahwa sebelum meminta Mahfud MD mundur dari jabatan Menko Polhukam, ia telah berdiskusi banyak hal dengan calon wakil presidentersebut.

"Jadi kita sudah diskusi soal ini agar fair lebih baik mundur lah. Kalau aturannya mau dibuat lebih bagus. Pasti rakyat akan lebih senang," sambungnya.

Sementara itu Mahfud MD di acara Tabrak Prof di Semarang yang disiarkan secara daring, Selasa 23 Januari 2024 malam mengungkapkan akan mundur dari Menkopolkam pada waktu yang tepat.

"Ada kesepakatan saya dengan Pak Ganjar. Saya pada saat yang tepat pasti nanti akan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik," tegasnya.

Mahfud Kutip Pernyataan Gus Dur

Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD janji akan kembalikan secara bertahap hak rakyat jika terpilih di Pilpres 2024.

Mahfud MD lantas mengutip pernyataan Presiden ke 4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam pernyataan penutupnya.

Mahfud MD mengawali pernyataan penutupnya menegaskan masalah-masalah dalam debat itu penting untuk masa depan bangsa.

Akarnya, kata Mahfud MD, adalah pedang hukum yang tumpul.

"Kalay tidak tumpul pasti bisa tabrak habis-habisan. Program pembangunan akan berjalan dengan baik," tegasnya Mahfud MD dalam Debat Cawapres yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, Minggu 21 Januari 2024.

Mahfud MD kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada anak cucu.

Sebab secara tak langsung terlibat tanpa bisa berbuat apa-apa terhadap perusakan alam yang dihuni mereka.

Ia lalu mengutip Surat Ar-Rum ayat 41.

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (dampak) perbuatan mereka. Semoga mereka kembali (ke jalan yang benar)," katanya.

Ayat tersbeut, menurut Mahfud MF juga mengingatkannya pada penghalan lagu berjudul Berita Kepada Kawan yang dinyanyikan Ebiet G Ade.

Kemudian, Mahfud MD menyampaikan komitmennya ketika terpilih di Pilpres 2024.

"Kami berjanji kami akan kembalikan secara bertahap hak rakyat dan untuk ibu-ibu dan para anak cucu, kita akan tagih ke dunia internasional untuk membayar hutang-hutang yang telah merusak pembangunan," tegasnya.

Mengakhiri pernyataan penutup, Mahfud MD mengutip pernyataan yang pernah disampaikan Gus Dur.

"Tugas pemerintah terhadap rakyatnya adalah kesejahteraannya" tandasnya.

Ulangi Pernyataan Prabowo Subianto

Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD "menyerang" calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka terkait komitmen ayahnya yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal komitmen tak akan impor komoditas.

Mahfud mengatakan, saat itu calon presiden Prabowo Subianto mengkritik komitmen Jokowi untuk tak mengimpor sejumlah komoditas.

Karena menurut Prabowo, kata Mahfud, setelah empat tahun memimpin Jokowi masih melakukan impor yang merugikan banyak petani. 

Hal tersebut disampaikannya dalam Debat Calon Wakil Presiden segmen tanya jawab antar calon wakil presiden 2024 pada Minggu 21 Januari 2024.

"Nanti dicek, bahwa itu pertanyaan Pak Prabowo kepada Pak Jokowi saat itu. Pak Jokowi bilang nggak akan mengimpor. Tapi sampai sekarang kita masih mengimpor banyak. Masih mengimpor banyak," kata dia.

"Malah semakin banyak mafianya impor-mengimpor bahan pangan itu. Apa usul anda untuk menyelesaikan masalah 5 tahun lalu ini?" tanya Mahfud.

Menjawab pertanyaan Mahfud itu, Gibran mengatakan sejak 2019 sampai 2022 Indonesia sudah swasembada beras.

Kemudian, kata Gibran, pada 2023 impor dilakukan karena El Nino yang terjadi di sebagian besar belahan dunia.

Menurutnya saat ini, yang harus dilakukan adalah bekerja sama melakukan ekstensifikasi intensifikasi lahan di tingkat desa sampai tingkat nasional secara efektif.

Selain itu, kata dia, produksi pupuk, mekanisasi, menggandeng anak-anak muda, smart farming, dan penggunaan drone untuk menyemprotkan pestisida perlu dilakukan.

Ia juga menjelaskan bahwa food estate adalah program jangka panjang yang tidak bisa dihakimi dalam sekali panen, dua kali panen, tiga kali panen.

Karena, kata dia, pada panen keenam, ketujuh, dan kedelapan baru program pertanian itu akan terlihat hasilnya. 

Namun Mahfud tak puas dengan jawaban Gibran.

"Pertanyaan saya bukan itu. Pertanyaan saya itu dulu Pak Prabowo bertanya, katanya Pak Jokowi nggak mau mengimpor beras. Lalu sekarang faktanya, per hari ini, ini catatan data harus dibaca."

"Impor kedelai 2 juta ton, susu 280 juta ton, gula pasir 4 juta ton, beras 2,8 (juta) ton, daging sapi 160 juta ton," kata Mahfud.

"Ini, hasilnya seberapa dari hasil debat dulu yang tanggal 17 Juli itu? Ini perkembangannya seperti apa? Semakin banyak ini angkanya, semakin banyak impornya, semakin banyak terdiversifikasi juga impornya dari data ini," sambung dia.

Dia pun menajamkan pertanyaannya soal posisi Gibran sebagai calon wakil presiden khususnya terkait konsep Trisakti Bung Karno terkait kemandirian.

"Oleh sebab itu, kemudian secara lebih mendasar saya ingin menanyakan kepada Mas Gibran dengan penuh hormat. Posisi anda sebagai (calon) wakil presiden, bagaimana tentang konsep Trisakti Bung Karno terkait kemandirian ini?" tanya Mahfud.

Gibran kemudian menjawab, bahwa hal tersebut perlu dievaluasi.

Menurut Gibran, tidak seharusnya narasi-narasi diberikan kepada masyarakat.

Gibran menuding pasangan calon nomornurut 1 dan 3 kompak mengkritik dan menilai food estate program gagal.

"Saya tegaskan sekali lagi, Pak. Memang ada yang gagal. Tapi ada yang berhasil juga yang sudah panen misalnya di Gunung Mas Kalteng itu sudah panen jagung, singkong. Cek saja nanti datanya," kata dia.

Baca juga: MENGEJUTKAN, Elektabilitas Anies dan Ganjar Hanya Beda Tipis, Prabowo-Gibran Malah Stagnan

Baca juga: Tim Anies-Muhaimin Soroti Proyek Food Estate Jokowi: Kalau AMIN Terpilih, Pasti akan Dihentikan

Baca juga: Pasca Ganjar Pranowo Dilaporkan ke Bawaslu, Kini Giliran Sang Istri Gegara Ajakan ASN Ikut Kampanye

"Intinya adalah warga jangan diberikan narasi-narasi yang menakutkan. Kita harus memberikan narasi-narasi yang optimis."

"Bapak-Bapak ini adalah calon-calon pemimpin, jangan memberikan narasi-narasi yang menakutkan kepada warga dan masyarakat," sambung dia. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved