Pilpres 2024
Wacana Pemakzulan Presiden Jokowi Semakin Meluas, Surya Paloh Angkat Bicara: Itu Tidak Tepat
Wacana pemakzulan Presiden Jokowi semakin meluas dan menjadi bahan pergunjingan publik. Tapi Surya Paloh kini pasang badan bela Presiden Joko Widodo.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Belakangan ini, wacana pemakzulan Presiden Jokowi semakin meluas dan menjadi bahan pergunjingan publik. Ini terjadi karena orang nomor satu di Indonesia ini dinilai tidak netral karena memihak calon presiden tertentu.
Atas dasar itulah sehingga para aktivis pun tak tinggal diam. Mereka berusaha menggiring opini agar publik mendesak dilakukan pemakzulan terhadap presiden yang dikenal dekat dengan rakyat ini.
Para aktivis tersebut berasumsi bahwa Presiden Jokowi tak lagi kompeten memimpin bangsa Indonesia. Pasalnya, bersikap tidak netral menjelang pilpres yang digelar bersamaan dengan pemilu legislatif pada 14 Februari 2024 nanti.
Atas upaya pemakzulan itulah, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh angkat bicara. Ia secara tegas menyebutkan bahwa wacana tersebut tidak tepat. Karena masa jabatan Presiden Jokowi akan segera berakhir dalam tahun 2024 ini.
"Hemat saya, wacana pemakzulan ini bergulir pada saat yang tidak tepat. Ini tanggung sekali. Sayanglah," ujar Surya Paloh usai mengisi kampanye terbuka di lapangan Kecamatan Masbagek, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Senin 22 Januari 2024.
Surya Paloh mengatakan, saat ini pemimpin bangsa harus lebih fokus menjaga stabilitas nasional, baik politik, ekonomi, maupun keamanan.
"Artinya bagaimana pun kita menempatkan kepentingan stabilitas nasional kita, sehingga hal-hal lain, walaupun hati kita terasa panas, kita harap kepala tetap dingin," ujar Surya Paloh.
Sebelumnya, Surya Paloh dalam kampanye terbuka tersebut juga mengingatkan pemerintah dan penyelenggara Pemilu agar bebas dari rekayasa politik.
"Karena kita menginginkan Pemilu yang bersih, karena kita menginginkan Pemilu yang bebas dari berbagai rekayasa politik yang akhirnya bermuara kepada perpecahan kehidupan kebangsaan yang kita cintai," tegas Surya Paloh.
Menurutnya, Pemilu bukan untuk memecahkan persatuan bangsa, tapi untuk merawat perdamaian abadi seperti yang diamanatkan konstitusi.
"Kita mau perdamaian di antara kita sesama anak bangsa tidak ada artinya Pemilu jika menghasilkan perpecahan di antara kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Surya Paloh.
Kepada pada kader dan simpatisan, Surya Paloh meminta agar mereka tetap mengawasi dan mengawal pesta demokrasi lima tahun sekali ini.
"Maka tugas kita semuanya, sebagai kader yang terpercaya, musuh kita bukan sesama anak bangsa, bukan di antara para peserta-peserta Pemilu, musuh kita kepicikan dalam berpikir, kebodohan, itulah musuh kita. Saudaraku semuanya berjuanglah di jalan yang benar," ungkap Surya Paloh.
"Institusi partai politik yang bernama NasDem tetap ingin konsisten melaksanakan perintah daripada cita-cita proklamasi kemerdekaan tahun 1945. Entah hanya adalah untuk mensejahterakan rakyat bangsanya ini, dan perdamaian abadi," imbuhnya.
Bambang Soesatyo: Sulit
Presiden Jokowi
Ketua Umum Partai NasDem
Surya Paloh
Kecamatan Masbagek
Kabupaten Lombok Timur
Ketua MPR RI
Bambang Soesatyo
Karier Gibran Makin Moncer, Dulu Pengusaha Lalu Jadi Wali Kota Solo, Kini Wakil Presiden Terpilih |
![]() |
---|
Tim Ahli Prabowo - Gibran Hitung Anggaran Riil Program Makan Siang Gratis 2024-2029 |
![]() |
---|
Prabowo Subianto: Sekarang Saya Sedang Dilatih, Selalu Duduk di Samping Presiden Jokowi |
![]() |
---|
Sekjen Golkar Benarkan Gibran Mundur: Ini Demi Persiapan Pelantikan Presiden – Wakil Presiden |
![]() |
---|
Mundur Demi Persiapan Jadi Wapres, Kini Teguh Prakosa Pimpin Kota Solo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.