Berita Lembata
Kasus Bunuh Diri Meningkat, Penjabat Bupati Lembata Harap Keluarga Hidup Harmonis
Dia mengimbau kepada ASN Lembata agar bijak dalam mendidik anak-anak dan merawat kerukunan hidup berumah tangga.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Maraknya kasus bunuh diri di Kabupaten Lembata akhir-akhir ini mendapat tanggapan serius dari Penjabat Bupati Lembata, Matheos Tan. Dia menyebutkan, perilaku yang kurang harmonis di dalam keluarga menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya peristiwa ini.
Matheos Tan mengungkapkan, di akhir Desember 2023 dan awal Januari 2024, telah terjadi peristiwa kematian tragis akibat bunuh diri. Korbannya adalah seorang ASN yang masih aktif dan seorang anak yang tumbuh besar dalam keluarga ASN. Dia sangat prihatin dengan kondisi ini.
Dia mengimbau kepada ASN Lembata agar bijak dalam mendidik anak-anak dan merawat kerukunan hidup berumah tangga.
Orangtua dan keluarga harus terus memberikan kasih sayang kepada buah hati karena zaman sekarang berbeda dengan masa lalu.
Dengan adanya kasus kematian pada anak, dia melihat pokok persoalan ini adalah akibat dari kurangnya kasih sayang dan perhatian orang tua.
“Kurangnya rasa empati dan menghargai perasaan dan privasi anak,” ujar Matheos di Kantor Bupati, Sabtu, 20 Januari 2023.
Kasus bunuh diri ini menurutnya menjadi tanda iman seseorang lagi keropos dan tindakannya itu bukan merupakan buah dari roh. Oleh karena itu, kepada para orang tua, dia menegaskan supaya lebih serius lagi memberikan perhatian pada anak-anak.
“Penuhilah kebutuhan mereka! Jangan suka menyakiti mereka dengan kata-kata yang kasar, yang penuh emosi! Jangan pernah memarahi anak-anak di depan orang lain karena akan menghancurkan perasaan dan harga diri mereka,” tegasnya.
“Jika mereka dimarahi orang lain, pasti mereka akan melawan dan memukul, tapi kalau dimarahi oleh orang tuanya sendiri mana mungkin mereka melawan dan memukul! Akhirnya mereka mengambil jalan terakhir dengan tindakan bunuh diri sebagai pelampiasan kekesalannya, kekecewaannya, dan kemarahannya,” tambahnya.
Orangtua harus selalu mengawasi anak dan menjadi tempat curhat yang baik bagi anak.
“Jika ada temukan masalah, maka panggil mereka dan nasehati secara baik-baik, pasti mereka akan mendengar dan menerimanya. Hindarilah kekerasan verbal dan saya harap kasus-kasus seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Karang Taruna Gandeng Pemdes Laranwutun - Lembata Gelar Festival Budaya |
|
|---|
| Konsolnas Refleksi Peran Perempuan Pengawas Pemilu, Wujudkan Dengan Inklusif dan Demokratis |
|
|---|
| KPU Lembata Raih Penghargaan Terbaik Nasional Pengelolaan Pendaftaran dan Pencalonan Pilkada 2024 |
|
|---|
| Sjamsul Hadi Dinilai Mampu Menggerakkan Program Kesadaran Berbudaya Lokal di NTT |
|
|---|
| Petani Salak di Desa Meluwiting, Kembali Tanam 2000 Anakan Salak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tan-Matheos.jpg)