Senin, 13 April 2026

Berita Kota Kupang

Pemkot Kupang Minta Dinkes Gencar Sosialisasi Wolbachia

Dia mengajak masyarakat hadir ke tempat sosialisasi atau menanyakan hal yang dinilai masih ganjal ke pihak terkait yang ada di Pemkot Kupang. 

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Menteri Kesehatan RI Budi Sadikin, Penjabat Gubernur NTT Ayodhya Kalake, Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena saat melakukan launching program penebaran wolbachia di Kota Kupang bulan Oktober 2023 lalu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Kota atau Pemkot Kupang meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) gencar melakukan sosialisasi nyamuk wolbachia. Diketahui nyamuk wolbachia, merupakan program untuk penurunan DBD. 

Pemkot Kupang menanggapi adanya penolakan dari beberapa kelompok masyarakat terhadap program itu. 

Asisten I Setda Kota Kupang Jeffry Pelt mengatakan, sejak penolakan itu mencuat pada tahun 2023, pihaknya meminta Dinkes hingga jajaran paling bawa untuk melakukan edukasi ke masyarakat. 

"Harus melakukan sosialisasi dengan informasi yang sama," sebut dia, Kamis (18/1/2024). 

Menurut Jeffry, adanya pro dan kontra di tengah masyarakat merupakan dinamika. Sehingga sosialisasi menjadi solusi paling bagus dalam memberi informasi secara detail ke masyarakat guna adanya pemahaman bersama. 

Baca juga: Gelar Aksi Edukasi, GEMAKAN Tolak Penyebaran Nyamuk Wolbachia

Ia juga mengomentari adanya penolakan yang menyinggung tentang belum adanya AMDAL dalam penerapan program itu. Jefry berkata, penunjukkan Kota Kupang menjadi salah satu penerapan program, maka pastinya sudah ada AMDAL. 

"Pada saat Kota Kupang ditunjuk sebagai pilot projek itu analisisnya pasti sudah jalan. Tidak mungkin mendadak-mendadak Kota Kupang langsung ditunjuk," ujarnya. 

Jeffry mengatakan, proses hingga Kota Kupang menjadi daerah percontohan itu, telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bersama pihak lainnya. 

Setelah melihat perkembangan di Kecamatan Oebobo, kata dia, akan dilakukan evaluasi sebelum ada penerapan lebih luas di Kecamatan lainnya di Kota Kupang. 

Ia meminta masyarakat untuk memahami itu. Jeffry menegaskan, program yang dikerjakan tidak mungkin memberi dampak buruk bagi masyarakat. 

"Apapun program yang Pemerintah buat, ini untuk kebaikan masyarakat. Pemerintah tidak mungkin merancang sesuatu untuk mengusahakan masyarakat," jelasnya 

Dia mengajak masyarakat hadir ke tempat sosialisasi atau menanyakan hal yang dinilai masih ganjal ke pihak terkait yang ada di Pemkot Kupang. 

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kupang, Tiurmasari Saragih menyebut, tahun ini akan diterapkan program yang sama di dua kecamatan lagi. 

Tiurmasari mengatakan, dua Kecamatan itu adalah Kecamatan Kelapa Lima dan Maulafa. Jika ada tambahan dua kecamatan ini maka total sudah ada tiga kecamatan yang menerapkan program wolbachia. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved