Berita NTT

Izin Sulit, REI NTT Hanya Siapkan Rumah Subisidi 3.000 Unit 

REI akan terus berkomunikasi dengan Wali Kota Kupang dan pejabat-pejabat terkait agar bisa menyelesaikan perubahan tata ruang

Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
KETUA - Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby, Selasa 16 Januari 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) hingga saat ini masih sulit digapai Real Estate Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (REI NTT) khususnya di Kota Kupang.

Hal ini menyebabkan pada 2024 target penyerapan rumah subsidi menurun.

Sampai dengan November 2023, REI NTT mencatat penjualan rumah subsidi mencapai 2.950 unit rumah subsidi pada 2023.

Pada 2024, REI NTT menargetkan penyerapan rumah subsidi di NTT hanya 3.000 unit. Kuota ini menurun dari target sebesar 3.500 unit pada 2024.

Baca juga: Ketua REI NTT Sambut Baik KKB Bank NTT

"Target kita untuk 2024 ini sekitar 3.000 unit rumah tetapi itu kembali lagi kepada Masalah-masalah tadi. Kalau kuotanya habis, otomatis penyerapan tidak bisa, atau PBG tidak keluar, otomatis penyerapannya turun dari situ," ungkap Ketua REI NTT, Bobby Pitoby  pada Selasa, 16 Januari 2024.
 
Target ini menurun selain disebabkan kuota yang dipangkas pemerintah pusat juga disebabkan proses perizinan menjadi kendala setiap tahun yang dialami Developer.

Namun, sedikit harapan bagi REI karena kota Kupang sudah ada perubahan tata ruang, jika bisa diselesaikan dengan cepat maka ini bisa menjadi perda dan input ke OSS akan membantu proses PBG.

Jika perubahan tata ruang sudah selesai, REI akan terus berkomunikasi dengan Wali Kota Kupang dan pejabat-pejabat terkait agar bisa menyelesaikan perubahan tata ruang ini sehingga pengurusan PBG akan bisa menjadi lebih cepat dan lebih baik. Itu akan meningkatkan rumah subsidi.

"Kalau bisa direalisasikan dengan cepat oleh pemerintah kota maka penyerapan atau pengurusan PBG bisa lebih lancar. Ini bukan saja untuk REI tetapi juga untuk seluruh masyarakat kota Kupang. Tokongkal dibenahi, Ini sangat menghambat pertumbuhan ekonomi di kota Kupang, di mana Kota Kupang menjadi barometer pertumbuhan ekonomi di NTT. Hal-hal perizinan ini bisa dipangkas, otomatis pertumbuhan dan kelancaran ekonomi bisa berjalan,"jelasnya. (dhe)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved