Kementerian BUMN Kemungkinan Akan Suntik Mati 15 Anak Perusahaan yang Sakit
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) buka isyarat akan kembali menutup perusahaan plat merah yang sakit.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka isyarat lagi akan suntik mati anak perusahaannya yang tidak memiliki kinerja baik.
Saat ini tercatat sudah ada 15 perusahaan pelat merah yang menjadi 'pasien' di PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) dan terancam ditutup.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) buka isyarat akan kembali menutup perusahaan plat merah yang sakit.
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko menyatakan saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan dari hasil evaluasi dari PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA).
"Kalau bisa diperbaiki ya diperbaiki, kalau enggak bisa akan kita tutup. Tapi kita lihat sampai 9 bulan ini seperti apa hasilnya," jelas Tiko ditemui seusai laporan kinerja ID FOOD 2023, Senin (8/1/2024).
Meski begitu, pihaknya tidak menjelaskan detail berapa banyak nanti Perusahaan BUMN yang berpeluang akan ditutup. "Saat ini belum ada, masih kita kaji," ungkap Tiko.
Kementerian BUMN memang berencana menciutkan jumlah BUMN menjadi di bawah 40 perusahaan. Saat ini, jumlah BUMN yang berada di bawah Kementerian BUMN ada 45 perusahaan, menyusut dari awalnya sebanyak 118 perusahaan.
Jumlah BUMN itu berkurang seiring dilakukannya holdingisasi, merger, hingga penutupan perusahaan pelat merah yang bermasalah. Tiko bilang, sejumlah BUMN yang bermasalah atau dalam kondisi 'sakit' masih dalam penanganan oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PAA).
Saat ini ada 15 BUMN yang masih menjadi 'pasien' PPA dan tengah dikaji untuk penanganannya. "Kita lagi kaji, kan banyak yang di PPA tuh, masih ada perusahaan lagi yang kita sedang kaji," kata dia.
Seiring dengan masih dilakukan kajian, ia menegaskan, saat ini belum ada keputusan mengenai penutupan BUMN di tahun ini. Pihaknya masih akan memantau kinerja BUMN dalam sembilan bulan ke depan. "Kita lagi liat sampai di sembilan bulan ini seperti apa," ujar Tiko.
Adapun hingga akhir 2023, Kementerian BUMN telah menutup 7 dari 22 BUMN bermasalah yang ditangani PPA.
Ketujuh BUMN itu yakni PT Iglas, PT Industri Sandang Nusantara, PT Istaka Karya, PT Kertas Kraft Aceh, PT Kertas Leces, PT Merpati Nusantara Airlines, dan PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (PANN).
Saat ini, masih ada 15 BUMN yang sedang dalam penanganan PPA, yakni PT Amarta Karya (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), PT Boma Bisma Indra (Persero), PT Djakarta Lloyd (Persero), PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), serta PT Industri Kapal Indonesia (Persero).
Kemudian ada PT Indah Karya (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT Semen Kupang (Persero), PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero), Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), PT Primissima (Persero), PT Varuna Tirta Prakasya (Persero), dan PT PANN Pembiayaan Maritim (anak usaha PT PANN).
Masih Jauh dari Ideal
Wujud Kontribusi ke Negara, PLN Setor Rp 65,59 Triliun Lewat Dividen, Pajak, dan PNBP |
![]() |
---|
Cara Daftar Lowongan Kerja Anak Perusahaan PLN, PT Paguntaka Cahaya Nusantara, Cek Syaratnya |
![]() |
---|
Buruan Daftar, Anak Perusahaan PLN Buka Lowongan Kerja untuk 3 Posisi, Ini Syarat & Cara Daftarnya |
![]() |
---|
Peluang Emas,Anak Perusahaan PGN Buka Lowongan Kerja bagi Lulusan S1 Teknik,Ini Syarat & Cara Daftar |
![]() |
---|
Dampak Tarif Impor Donald Trump, Industri Otomotif dan Elektronik di Ujung Tanduk |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.