Prakiraan Cuaca

Belum Masuk Musim Hujan, 17 Zona Musim di NTT Dapat Peringatan BMKG: Hemat Air!

Belum Masuk Musim Hujan, Sejumlah Daerah di NTT yang trmasuk dalam 17 Zona Musim di NTT dapat Peringatan BMKG: Hemat Air!

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
FOTO PK/ ADIANA AHMAD
BMKG Ingatkan Hemat AIr/ Seorang Warga Boasabi, Kelurahan Dhawe terpaksa mengambil air sumur di sungai yang juga tempat minum ternak. Gambar diambil tahun 2015 lalu - Belum masuk musim hujan, Sejumlah Daerah di NTT masuk 17 Zona Musim dapat peringatan BMKG, hemat air 

POS-KUPANG.COM - Sejumlah Daerah di NTT yang termasuk dalam 17 Zona Musim ( ZOM ) mendapat Peringatan BMKG  mendapat Peringatan BMKG ( Badan Meteorologi Klimatologi dan Gerofisika ). agar hemat air

Pasalnya, daerah yang termasuk dalam 17 Zona Musim tersebut hingga awal 2024 belum masuk musim hujan.

Menurut BMKG, curah hujan yang masih rendah menyebabkan daerah-daerah tersebut belum masuk kategori musim hujan. 

"Kami imbau wilayah yang belum masuk musim hujan agar tetap melakukan upaya penghematan air," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II NTT Rahmattulloh Adji di Kupang, Rabu 3 Januari 2023. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Maritim NTT Selasa 2 Januari 2024,BMKG Ingatkan Perairan Selatan Bali-Sumba Berisiko

Berdasarkan Peta Potensi Awal Musim Hujan di NTT, kata dia, ada 17 Zona Musim (ZOM) di provinsi kepulauan ini yang belum memasuki musim hujan.

Di Pulau Sumba ada beberapa wilayah yang memiliki curah hujan rendah sehingga belum bisa dikategorikan masuk musim hujan, kata dia, yakni Sumba Barat Daya dan Sumba Barat bagian barat; Sumba Timur bagian tenggara, Sumba Tengah bagian utara, dan Sumba Timur bagian utara.

Selanjutnya wilayah di Pulau Flores yang belum memasuki musim hujan antara lain Kabupaten Alor, Lembata, Flores Timur bagian utara, Adonara, Solor, sebagian Ende, sebagian Sikka, sebagian Ngada, serta Kepulauan Padar, Komodo, serta Manggarai Barat bagian barat dan selatan.

Sementara itu untuk wilayah Pulau Timor, lanjutnya, ada beberapa kabupaten yakni Kota Kupang, sebagian Kabupaten Kupang, sebagian Timor Tengah Selatan, dan sebagian Malaka.

Baca juga: BMKG Sebut Gempa di NTT Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG menyatakan penyebab beberapa wilayah belum memasuki musim hujan antara lain pengurangan intensitas curah hujan di sebagian wilayah NTT karena dipengaruhi fenomena El Nino.

Kondisi itu, menurut dia, menyebabkan penurunan intensitas curah hujan dibandingkan normalnya dan diprediksi bertahan hingga bulan April 2024.

Adji mengatakan perlunya peran aktif masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengantisipasi kondisi ini. Ia menyebut perlunya upaya adaptasi berupa penghematan air serta pengaturan pola tanam.

"Bagi petani agar cermat dalam memilih tanaman untuk usaha tani atau tanaman yang tidak banyak memerlukan air," katanya.

Adapun berdasarkan prakiraan peluang curah hujan pada Dasarian I Januari 2024, wilayah NTT pada umumnya diprakirakan hujan 21 sampai 50 milimeter dengan peluang sebesar 71 sampai 100 persen. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved