Berita NTT

Kapolda NTT Daniel Silitonga Minta Usut Dugaan Dana Mantap Brata Disunat Kapolres

Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga memerintahkan melakukan penyelidikan terhadap dugaan dana pengamanan pemilu Mantap Brata.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga dan istri tiba di Bandara El Tari Kupang, Sabtu 30 Desember 2023. Mantan Kapolda Papua Barat ini menggantikan Irjen Pol Johanis Asadoma. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kapolda NTT ( Nusa Tenggara Timur ) Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga memerintahkan melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyunatan dana pengamanan pemilu Mantap Brata oleh kapolres.

Hal ini disampaikan Irjen Daniel Silitonga dalam jumpa pers akhir tahun di Markas Polda NTT, Minggu (31/12/2023).

Daniel Silitonga baru bertugas di NTT, sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat.

Pada Sabtu (30/12) malam dilaksanakan pisah kenal Kapolda NTT. Daniel Silitonga menggantikan Irjen Pol Johanis Asadoma.

Dalam sepekan terakhir, warga NTT dihebohkan dengan unggahan sejumlah akun anonim di media sosial Facebook tentang dana pengamanan pemilu Mantap Brata.

Dana tersebut diduga disunat pimpinan Kepolisian Resor Kupang Kota dan Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (TTU).

Unggahan itu ditanggapi beragam oleh masyarakat.

Kapolda NTT Daniel Silitonga menanggapi hal tersebut. Ia akan menindak tegas pimpinan Polres yang terbukti menyelewengkan anggaran tersebut.

Baca juga: Kenal Pamit, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga Sebut Irjen Pol Johni Asadoma Tetap Kapolda NTT

Daniel Silitonga pun telah memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan Polda NTT, untuk turun ke semua Polres jajaran untuk menyelidiki kasus itu.

"Khusus penyimpangan untuk kasus operasi Mantap Brata, sebelum saya ke sini, saya sudah perintahkan Bidang Propam untuk mengecek ke semua Polres," tegasnya.

"Kalau terjadi hal yang sama, saya tidak main-main dengan itu, karena bagi saya hak anggota harus diberikan," sambungnya.

Ia secara tegas akan menindak anggotanya yang terlibat penyelewengan dana yang diperuntukkan bagi para anggota Polres jajaran.

"Saya punya prinsip, kalau masih ada yang bermain dengan hak anggota, hari itu juga saya langsung copot," tegasnya.

Sebab dirinya dimintai pertanggungjawaban tentang hal itu oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

"Kalau uang memang harus diperuntukan bagi operasi harus lakukan dan diperuntukan bagi anggota harus diberikan," pungkas dia.

Viral di Media Sosial

Sebuah Akun Facebook dengan nama akun Falentinus menyampaikan surat terbuka yang cukup mengejutkan di Grup Facebook "TIMOR TENGAH UTARA (TTU)-BIINMAFFO."Bebas Berpendapat".

Akun Facebook ini menyampaikan surat terbuka kepada Presiden RI, Kapolri dan Kapolda NTT perihal dugaan penyaluran anggaran Operasi Mantap Brata tidak sesuai dengan yang ditandatangani.

Demikian bunyi surat terbuka yang dikutip POS-KUPANG.COM, Sabtu, 30 Desember 2023;

Baca juga: Kapolda NTT Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga dan Istri Disambut Hangat di Kota Kupang 

 Yth. Presiden RI
Yth. Kapolri
Yth. Kapolda NTT

Mohon ijin bapak ini surat terbuka dari kami sebagai anggota Polri yang bertugas di wilayah perbatasan RI Timor Leste (Polres Timor  Tengah Utara) ingin menyampaikan bahwa dana pengamanan pemilu yang telah diberikan oleh negara kepada anggota Polres Timor  Tengah Utara tidak sesuai dengan yang ditandatangani.

Kami yang bertugas pengamanan di Polsek dan oos hanya diberikan uang sebesar 500.000 dan disampaikan kalau ada pemeriksaan harus jawab bilang sesuai dengan yang ditandatangani. Bagaimana Polri bisa maju kalau semua dana yang diberikan untuk haknya anggota dikebiri terus seperti ini.

Kami juga senang bahwa kemarin dengan adanya kejadian di Polresta kupang aktornya Kapolresta dicopot kami sangat bersyukur karena ternyata pimpinan Polri di tingkat atas masih baik dan mau memperhatikan anggota. Oleh sebab itu kami juga ingin hal yang sama terjadi di Polres Timor  Tengah Utara.

Kami pada saat menerima uang yang diberikan kami secara diam-diam telah merekam apa yang disampaikan dan kami juga merekam para perwira yang menyuruh kmi untuk mengamankan perintah sang kapolres. Mohon maaf bapak kami harus buat dengan cara seperti ini karena kalau kami langsung protes kami diancam mutasi keluar pulau sehingga kami mohon maaf.

Tujuan kami ini untuk Polri yang bekerja secara profesional dan transparan, apabila tidak ada tindak lanjut maka kami akan bersama-sama dengan seluruh elemen yang ada di Kabupaten Timor  Tengah Utara akan melaksanakan demo secara besar-besaran sehingga kami meminta bapak Kapolri dan Kapolda NTT untuk segera membentuk tim khusus untuk melaksanakan OTT di Polres Timor  Tengah Utara karena kami semua anggota sudah jenuh bapak.

Baca juga: Flobamora Papua Barat Desak Kapolda NTT Tuntaskan Kasus Mahasiswa Papua vs Ormas

Tolong bantu kami bapa. Kemarin kami juga dengar ada paminal yang turun ke Polres Timor  Tengah Utara tetapi dituntut harus buat pernyataan sehingga para anggota tidak berani, oleh karena itu kami mohon perhatian bapak kepada anak-anakmu yang bertugas di tingkat bawah.

#Presiden Jokowi
#kapolrilistyosigitprabowo
#humaspoldantt
#kompolnas
#mabespolri

Berdasarkan penelusuran POS-KUPANG.COM, akun tersebut bergabung di grup "TIMOR TENGAH UTARA (TTU)-BIINMAFFO. "Bebas Berpendapat". pada, 30 Desember 2023.

Saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Kapolres Timor Tengah Utara, AKBP Mohammad Mukhson, S. H., S. I. K., M. H saat dikonfirmasi membantah informasi yang disampaikan dalam surat tersebut tersebut. 

 Akun tersebut, kata Mukhson merupakan akun palsu. Informasi tersebut disebut tidak benar. Pernyataan akun Facebook tersebut perihal pemotongan yang diterima anggota di Polsek sebesar Rp. 500.000 tersebut salah.

Ia menegaskan bahwa, Polsek tidak pernah dan tidak boleh menerima uang OMB (Operasi Mantab Brata). Karena masuk dalam operasi kegiatan rutin.

"Jadi yang menerima itu hanya personil yang melaksanakan OMB."ujarnya.

Dikatakan Mukhson, anggaran sebesar Rp. 500.000 tersebut benar di berikan kepada anggota. Anggaran tersebut diambil dari anggota yang melakukan OMB. Pertimbangannya, anggota yang di Polres Polres Timor Tengah Utara OMB, itu tidak masuk dalam kegiatan rutin. 

Baca juga: Profil Irjen Pol Daniel TM Silitonga Kapolda NTT, Putra Tapanuli Lama Berkecimpung di Reserse

"Jadi yang tidak melakukan kegiatan rutin itu, menerima uang OMB. Saya sampaikan, rekan-rekan kalau mau pengamanan sampai ke Polsek, berarti anda pulang malam karena, kampanye itu sampai jam sebelas malam.  Jadi gimana mau dibantu teman-teman Polsek atau mau dikerja sendiri."ujarnya mengulang pernyataan kepada anggota pada waktu itu.

Para anggota Polri yang melaksanakan tugas OMB kemudian menjawab bahwa, pengamanan tersebut dilaksanakan oleh rekan-rekan Polsek. Pasalnya, mereka berdomisili di Kota Kefamenanu.

Oleh karena itu, Mukhson meminta para anggota tersebut untuk berkoordinasi dengan Kapolsek. Apabila mereka berkenan maka, mereka dibantu untuk diberikan uang bensin.

Dikatakan Mukhson setiap anggota Polres Timor Tengah Utara yang terlibat dalam kegiatan Operasi Mantap Brata diberikan anggaran sebesar Rp. 4.000.000. Anggaran ini sudah diterima oleh mereka.

Anggaran Operasi Mantab Brata, lanjutnya, disalurkan dalam dua tahap Kapolres Polres Timor Tengah Utara. Hal ini dilakukan untuk mencegah apabila yang bersangkutan tidak melaksanakan tugas setelah disalurkan semuanya. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved