Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Desember 2023, Bersaksi Tentang Kanak-Kanak Yesus

sosok Hana, seorang nabi perempuan yang sudah lanjut usianya dan tak pernah meninggalkan Bait Allah

Editor: Edi Hayong
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN -Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis RP. John Lewar SVD dengan judul : Bersaksi Tentang Kanak-Kanak Yesus. 

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis RP. John Lewar SVD dengan judul : Bersaksi Tentang Kanak-Kanak Yesus.

Thn C/I –Hari Keenam Oktaf Natal RP. John Lewar SVD menulis renungannya merujuk pada bacaan : 1 Yohanes 2: 12-17, Mazmur 96: 7-10, Lukas 2: 36- 40

Berikut ini renungan lengkap yang ditulis oleh RP. John Lewar SVD

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Di hari keenam oktaf Natal ini kita mendengarkan kisah tentang sosok Hana, seorang nabi perempuan yang sudah lanjut usianya dan tak pernah
meninggalkan Bait Allah serta siang malam beribadah dengan berdoa dan berpuasa.

Sama seperti Simeon, Hana juga orang Israel yang suci dan saleh. Simeon digambarkan sebagai seseorang yang dipenuhi oleh Roh Kudus, sementara Hana disebut sebagai nabi perempuan. Keduanya sudah berusia lanjut, menghabiskan hari-hari mereka di Bait Allah, menyembah Tuhan siang dan malam.

Mereka adalah wakil sejati umat Allah yang kudus. Baik Hana maupun Simeon bersukacita saat melihat Yesus, dan berbicara tentang Yesus sebagai penggenapan janji Allah di dalam Perjanjian Lama.

Simeon dan Hana merupakan perwakilan terbaik dari bangsa Israel. Simeon sangat mungkin berasal dari kalangan imam karena dia memberkati Yesus dan orang tua-Nya. Dia mungkin juga imam yang menyunat Yesus sebagaimana ditentukan oleh Hukum Musa.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Desember 2023,  Penuh Hikmat

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 29 Desember 2023, Dinamika Hidup

Sementara itu, Hana adalah nabi perempuan, orang yang diilhami oleh Roh Kudus untuk berbicara kehendak Tuhan kepada umatNya. Jadi, Simeon dan Hana mewakili dua institusi paling terhormat di Israel kuno, dua pilar agama Israel kuno: imamat dan para nabi.

Baik imam maupun nabi Perjanjian Lama mengakui bahwa Yesus adalah Mesias yang diharapkan. Simeon dan Hana tidak hanya mewakili dua pilar agama Israel, namun keduanya berbicara tentang dua kelas sosio-ekonomi yang berbeda di masyarakat Israel.

Simeon sebagai pria dan imam, mewakili kelompok yang kuat dan elit. Sebagai pria, mereka memiliki kekuatan atas rumah tangga mereka, dan sebagai imam, mereka memiliki kekuatan atas berkat dan berbagai urusan keagamaan.

Sementara, Hana sebagai wanita, janda dan nabi, mewakili kelompok yang relatif lemah dan terpinggirkan di Israel. Sebagai wanita, mereka harus mematuhi ayah
dan suami mereka. Sebagai janda, mereka sering merupakan bagian masyarakat yang paling miskin dan paling rentan.

Sebagai nabi, mereka sering dibenci oleh banyak orang karena keberanian mereka untuk mengkritik berbagai korupsi di masyarakat. Kita tentu tidak dapat menghindari aneka kesibukan pekerjaan dan urusan duniawi untuk kehidupan sekarang.

Namun, semua itu tidak boleh membuat kita lupa akan kehidupan abadi yang menjadi tujuan akhir dari seluruh ziarah kita. Di tengah kesibukan itu, baiklah hati kita tetap terarah pada Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 29 Desember 2023, Tanda Kita Mengenal Allah dan Mengasihi-Nya

Mari kita meneladan Simeon dan Hana dengan meluangkan waktu bagi Allah dalam hidup kita. Kita bangun komunikasi dengan Allah melalui doadoa kita, kita libatkan Allah dalam setiap karya kita, dan akhirnya kita wujudkan relasi mesra dengan Allah itu dalam tindakan kita.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved