Natal dan Tahun Baru
Paguyuban Ibu-ibu Pemasyarakatan NTT Bagi Kasih Jelang Natal
Adapun pembagian bingkisan natal berlangsung, Jumat (22/12/2023) kemarin. Pembagian itu ditujukan bagi seluruh anggota PIPAS
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - PIPAS ( Paguyuban Ibu-ibu Pemasyarakatan ) NTT melakukan aksi berbagi kasih menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2023.
Adapun pembagian bingkisan natal berlangsung, Jumat (22/12/2023) kemarin. Pembagian itu ditujukan bagi seluruh anggota PIPAS se-Nusa Tenggara Timur.
Pembagian ini serempak dilakukan pada seluruh UPT Pemasyarakatan di Nusa Tenggara Timur. Simbolis dilakukan di Lapas Kupang yang dihadiri oleh perwakilan anggota PIPAS UPT di wilayah Kupang.
Baca juga: Momen Natal Dimanfaatkan Marshel Widianto untuk Berkumpul dengan Keluarga, Imbas Terlalu Sibuk
Dessyana Maliki selaku Ketua PIPAS menjelaskan pembagian bingkisan Natal dan Tahun Baru ini dilakukan untuk memberikan apresiasi kepada anggota PIPAS di seluruh UPT NTT.
"Semoga seluruh anggota kami bisa menerima bingkisan kecil ini dengan suka cita untuk melengkapi Natal dan Tahun Baru," kata dia, dalam keterangan tertulisnya, Minggu 24 Desember 2023.
Ia menyebut, untuk wilayah Kupang, PIPAS membagikan sebanyak 230 bingkisan Natal yang tersebar dalam 6 UPT Pemasyarakatan Wilayah Kupang. Setidaknya ada 560 bingkisan yang tersebar untuk anggota PIPAS pada UPT diluar wilayah Kupang sebanyak 15 UPT Pemasyarakatan.
Baca juga: Ini 40 Ucapan Selamat Natal 2023 untuk Teman & Rekan Kerja Cocok Buat Kartu Ucapan lewan WhatsApp
Adapun pada hari yang sama dalam perayaan hari Ibu Nasional, PIPAS juga menggelar kegiatan lainnya.
Acara itu melibatkan empat organisasi wanita di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia yaitu Dharma Wanita Persatuan, Keluarga Besar Imigrasi, PIPAS dan Pengayoman.
Keempat organisasi itu berkolaborasi dengan Ibu-ibu Pengayoman menyelenggarakan berbagai kegiatan.
Sebelumnya di tanggal 18/12/2023, pihaknya menggelar talk show bertajuk "Perempuan Kuat - Perempuan Bermartabat", dengan judul Tindak Pidana Kekerasan Seksual pada Perempuan dan Anak.
Talk show ini mengundang tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya yaitu Lesry Mindrom,S.H.,M.Hum, dr. Fika Silvia dan Ummi Khaltsum S. Saleh, akademisi dari Poltekes Kupang.
Dessyana Maliki sebagai ketua PIPAS NTT menerangkan, di NTT mayoritas Warga Binaan pada Unit Pemasyarakatan punya latar belakang kasus asusila dan tindak pidana kekerasan seksual.
Baca juga: Himbauan Kapolres Manggarai, AKBP Edwin Saleh Perayaan Natal 2023 Jauhi Petasan dan Miras
"Ini menjadi dasar pemikiran kami untuk mengangkat judul ini pada talk show kami," kata dia.
Ia berharap, PIPAS mampu menjadi pelopor pergerakan perempuan tangguh di NTT untuk peduli dan peka kepada keadaan sosial di lingkungan. Ibu, kata dia, punya peran besar mendidik anak.
Untuk itu, PIPAS mengajak para ibu-ibu di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM untuk belajar mengenai hukum, dan dampak sosial hingga psikis dan pola asuh yang tepat, mengikuti perkembangan zaman.
Narasumber Lesry Mindrom menyampaikan, seluruh kajian Hukum yang bisa menjerat pelaku tindak pidana kekerasan seksual pada perempuan dan anak.
Selanjutnya, dr. Fika Silvia yang juga merupakan tenaga medis di Lapas Kelas 2A Kupang memberi pandangan mengenai dampak sosial, kesehatan dan psikologis yang bisa dialami oleh korban kekerasan seksual.
Sementara itu, narasumber lainnya, Ummi Khaltsum turut menggugah semangat ibu-ibu untuk mulai merubah pola pengasuhan kepada anak agar tidak sungkan menjelaskan tentang pendidikan seksual kepada anak sesuai dengan usia anak.
Baca juga: Pesan Natal 2023 Magabudhi NTT: Jadikan Natal untuk Membangun Perdamaian
Talk show itu dibuka, Kepala Kanwil Kemenkumham NTT Marciana Jone. Ia mengapresiasi ide dan semangat PIPAS yang menggandeng Ibu-ibu Pengayoman untuk melaksanakan talk show ini.
"Ini merupakan gebrakan baik dari Ibu-ibu. Saya mengucapkan terimakasih atas atensi dan perhatian PIPAS yang berkolaborasi dengan Ibu-ibu Pengayoman. Saya sangat mendukung dan berharap langkah ini tidak hanya memanfaatkan momentum Hari Ibu saja," ujarnya.
Dalam rangkaian peringatan hari ibu ke 95 tahun, PIPAS NTT dan Pengayom menggelar menggelar lomba-lomba yang diikuti oleh pasangan suami istri perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis Kanwil Kemenkumham NTT.
Adapun lomba itu berkaitan dengan merias. Para suami diberi kesempatan untuk merias istrinya masing-masing. Selanjutnya digelar acara fashion show oleh pasangan itu.
Penilaian lomba ini antara lain adalah kekompakan, keserasian warna, keserasian busana, ketepatan waktu dan keharmonisan pasangan.
Selain lomba merias wajah dan fashion show ada juga lomba joget balon berpasangan yang sangat meriah.
"Kami ingin melibatkan para suami untuk ikut dalam lomba-lomba kali ini, untuk menunjukkan bahwa pasangan suami istri memang seharusnya saling mendukung dan melengkapi," ujar Dessyana Ketua PIPAS NTT.
Pada kesempatan ini, Lapas Pembinaan Khusus Anak Kupang mampu meraih Juara Umum karena berhasil meraih Juara 1 dalam semua kategori lomba.
Lomba-lomba ini selain untuk mengakrabkan para anggota PIPAS dan Pengayoman juga sebagai ajang silaturahmi untuk para anggota. Selain diadakan di Kantor Wilayah, lomba-lomba ini juga dilaksanakan pada Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan NTT. Antara lain Lapas Waikabubak, Rutan Larantuka, Rutan Soe, Rutan Bajawa dan lain-lain.
"Atensi dari PIPAS UPT sangat luar biasa. Semoga kami mampu memberikan warna baru untuk seluruh anggota PIPAS Unit," pungkas Dessyana. (fan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.