Pilpres 2024
Singgung Bonus Demografi Indonesia 2030, Gibran Ajak Publik Berani Lakukan Lompatan
Gibran Rakabuming Raka calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto, mengajak publik Indonesia berani melakukan lompatan hadapi bonus demografi.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Gibran Rakabuming Raka calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto, mengajak publik Indonesia untuk berani melakukan lompatan dalam menghadapi bonus demografi Indonesia dalam kurun waktu 2020 – 2030.
Putra Sulung Presiden Jokowi mengatakan hal tersebut, ketika tampil perdana dalam debat cawapres yang digelar KPU RI di Jakarta Convention Center Jumat 22 Desember 2023 malam.
Pada momen tersebut, Gibran yang juga Wali Kota Solo itu memastikan bahwa bersama Prabowo Subianto, dirinya akan memaksimalkan bonus demografi Indonesia yang bakal terjadi pada rentang dekade ini.
Debat kedua Pilpres 2024 bagi cawapres itu menjadi panggung bagi Gibran untuk menyampaikan gagasan tentang apa yang akan dilakukan bila terpilih menjadi calon wakil presiden bersama Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 mendatang.
Dikatakannya, Indonesia akan menikmati bonus demografi pada rentang tahun 2020 hingga 2030. Untuk itu, diperlukan sumber daya yang mumpuni dan produktif.
"Indonesia ini negara besar, kita harus bersyukur di tahun 2020 sampai 2030 nanti kita akan mendapat bonus demografi," ungkap Gibran.
"Saat itu lah sebagian penduduk kita ada pada usia produktif, ini kesempatan kita untuk meningkatkan produktivitas nasional peluang untuk menuju Indonesia emas makin terbuka lebar," sambungnya.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai misi Indonesia Emas, diperlukan kerja ekstra keras dan terobosan atau inovasi.
Terutama terobosan yang muncul dari masyarakat dari golongan anak muda.
"Tapi Bapak Ibu yang saya hormati, teman-teman sesama anak muda, ingat kesempatan ini hanya datang sekali kesempatan ini tidak akan terulang lagi," ucap Gibran.
"Untuk itu kita harus kerja keras, kerja fokus, berani melakukan lompatan," tukasnya.
Diketahui, Presiden Joko Widodo dalam beberapa momen juga kerap menyoroti permasalahan bonus demografi.
Jokowi mengungkapkan, dalam kurun 7 tahun ke depan yakni tepatnya pada 2030, Indonesia bakal mendapatkan bonus demografi.
Di mana pada tahun tersebut, Indonesia bakal memiliki penduduk di kelas umur produktif dalam jumlah besar, yakni sekitar 68,3 juta orang.
Menurutnya, bonus demografi seperti ini hanya terjadi 1 kali dalam peradaban sebuah negara.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.