NTT Memilih
KPU Alor Sosialisasi Pemilu Kepada Kaum Perempuan
Munawir Laamin selaku Ketua Divisi Teknis menyampaikan dari total 155.854 yang ada di Kabupaten Alor, jumlah pemilih perempuan lebih banyak
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela
POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilu bagi kaum perempuan.
Munawir Laamin selaku Ketua Divisi Teknis menyampaikan dari total 155.854 yang ada di Kabupaten Alor, jumlah pemilih perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki.
“Keterlibatan perempuan bisa pengaruhi demokrasi dan partisipasi politik di Pemilu tahun 2024. Kaum perempuan memiliki peranan yang sangat penting. Kalau kaum perempuan pasif maka kebijakan para pemimpin yang dipilih nantinya, kurang berpihak pada kaum perempuan,” ujarnya, Sabtu 23 Desember 2023.
Baca juga: Pemuda GMIT Siloam Nailang Alor Kreasi Pohon Natal dari Padi
Lebih lanjut Nawir mengatakan hal terburuk yang akan menimpa kaum perempuan, adalah isu-isu kaum perempuan yang tidak diperhatikan.
“Jangan heran nanti kalau pemimpin yang dihasilkan dari Pemilu nanti tidak konsen ke isu-isu kaum perempuan. Karena itu kaum perempuan harus memberikan kontribusi nyata terhadap tahapan-tahapan Pemilu,” jelasnya.
Menurut Nawir, masa depan daerah ini bergantung pada cara pandang kita terhadap calon-calon yang akan dipilih.
“Kadang kalau caleg datang dengan memberikan uang, kita lebih berpihak kepada dia dibanding orang yang datang dengan gagasan yang baik. Ini praktek yang keliru. Calon tersebut akan menganggap bahwa suara kaum perempuan mudah dibeli. Padahal gaji mereka tidak sebanyak itu. Jangan kita tergoda dan menggantungkan nasib kita 5 tahun kepada orang yang salah,” tegas Nawir.
Baca juga: Desa Maritaing Produksi Bawang Merah, Camat Alor Selatan Harapkan Alor Hentikan Produk Impor
Praktek politik uang adalah praktek yang dilarang, demikian Nawir mengingatkan agar kaum perempuan jangan sampai tergiur hanya karena di dapur tidak punya apa-apa.
Sementara itu Charlemen Djahadael selaku Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPU Alor mengungkapkan bahwa kaum perempuan harus tegas dalam menentukan pilihan tanpa tergoda politik uang.
“Kita beruntung kita diberikan hak untuk memilih pemimpin, belum tentu di negara lain diberikan hak seperti ini. Maka gunakan hak pilih kita sebaik mungkin,” kata Charlemen.
Baca juga: Atasi Kelangkaan Minyak Tanah, Pemda Alor Operasi Subsidi di Empat Lokasi
Pada kegiatan tersebut, Charlemen juga memberikan edukasi tentang asas, tujuan, dan manfaat dari Pemilu. Usai memberikan materi, peserta yang hadir diberikan kesempatan untuk berdialog dengan pemateri.
Asmiyanti salah seorang peserta mengaku ini pertama kalinya dia mendapatkan pendidikan Pemilu dari KPU.
“Ini pertama kalinya saya ikut dalam pendidikan Pemilu. Penjelasan yang diberikan menambah wawasan saya. Tadi dijelaskan bahwa tanggal 14 Februari selain hari kasih sayang, juga hari kasih suara. Materi ini meyakinkan saya bahwa politik yang terima uang bukan lagi zamannya. Kaum perempuan harus cerdas agar tidak menyesal di kemudian hari,” ucap Asmiyanti.
Ana salah seorang peserta lainnya mengatakan bahwa tahun ini merupakan kedua kalinya, dirinya memberikan hak suara pada pemilu.
“Pemilu pertama, kami masih diarahkan untuk harus pilih ini dan itu. Tahun ini dengan adanya pendidikan Pemilu, kalau kita bandingkan dengan hal yang terjadi selama 5 tahun ini memang perhatian kepada perempuan sangat kurang. Ini bisa menjadi arahan bagi kami untuk bijak memilih pemimpin di Pemilu 2024,” imbuhnya. (cr19)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.