Pilpres 2024
Prabowo-Gibran Gencarkan Makan Siang Gratis Tiap Hari ke Anak-anak, Begini Rencananya
Pasangan capres-cawapres yang diusung Koalisi Indonesia Maju, Prabowo–Gibran kini gencar dengan rencananya memberi makan siang gratis bagi anak-anak.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka kini gencar dengan rencananya memberikan makan siang gratis setiap hari bagi anak-anak di seluruh Indonesia.
Anggaran untuk pemberian makan siang gratis bagi anak-anak tersebut, nilainya sangat fantastis, yakni mencapai Rp 450 triliun per tahun. Dananya ada, akan disiapkan tanpa memangkas dari pos-pos bantuan sosial yang lainnya.
Hal tersebut dibeberkan Hashim Djojohadikusumo , Anggota Dewan Pengarah TKN ( Tim Kampanye Nasional ) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com dari Kompas.Com, Jumat 22 Desember 2023.
Dikatakannya, biaya program makan siang gratis untuk anak-anak tersebut mencapai Rp 450 triliun per tahun. Dari dana tersebut, jumlah anak-anak yang bakal dilayani mencapai 82,9 juta orang.
Anak-anak tersebut, lanjut dia, baik yang sudah sekolah maupun yang belum sekolah. Anak-anak inilah yang menjadi sasaran pemberian makan siang gratis setiap hari sepanjang tahun.
"Tiap hari kita akan beri makanan gratis untuk 82,9 juta jiwa. Ini minimal, minimal, dan saya bisa katakana, bahwa dananya ada, 450 triliun rupiah setiap tahun," kata Hashim Djojohadikusumo.
Ia memastikan bahwa dana program makan siang gratis tersebut, tidak akan mengambil dana dari anggaran program bantuan sosial (bansos) yang sudah dilaksanakan selama ini. Dana makan siang gratis ini tidak dipangkas dari alokasi dana lainnya yang ada selama ini.
Dikatakannya, dana untuk program makan siang gratis tersebut, nantinya bersumber dari anggaran baru. Anggaran tersebut ada dan itu akan diprogramkan untuk kepentingan pemberian makan siang gratis untuk anak-anak.
“Saya bisa katakan ini, karena saya ikut tim pakar. Bahwa dana ada dan bakal ada. Ini juga bukan dari dana bansos atau aliran bansos. Yang 500 triliun tahun depan itu memang bansos, tapi tidak diambil dari uang bansos," ujarnya.
Anggaran makan siang gratis Rp 450 triliun per tahun itu, katanya, tentunya merupakan biaya yang sangat besar. Tapi bisa dibandingkan dengan biaya kereta cepat whoosh. Jadi kereta cepat itu hanya sebagai pembanding saja.
Artinya, lanjut dia, anggaran pemberian makan siang kepada anak-anak itu setara dengan empat kali lipat dari total investasi membangun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Kereta Cepat Whoosh.
Sebagai informasi, setelah dilakukan audit menyeluruh, proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung mengalami pembengkakan biaya sebesar Rp 1,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 18,02 triliun.
Angka tersebut merupakan hasil audit dari setiap negara yang kemudian disepakati bersama.
Dengan demikian, biaya total proyek yang berlangsung sejak 2016 itu kini mencapai 7,27 miliar dollar AS atau setara Rp 110,22 triliun (kurs Rp 15.100).
Total panjang lintasan Kereta Cepat Jakarta Bandung adalah 142 kilometer, menghubungkan kawasan Halim di Jakarta Timur dengan Tegalluar yang masuk ke wilayah Kabupaten Bandung.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.