Kamis, 9 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 21 Desember 2023,  Siapakah Aku Ini

terpenting di sini adalah pertanyaan ini selalu relavan untuk kita semua karena dari pertanyaan inilah kita dilatih untuk menjadi jujur melihat

Editor: Edi Hayong
FOTO PRIBADI
RENUNGAN - Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis Bruder Pio Hayon SVD mengangkat judul :  Siapakah Aku Ini. 

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis Bruder Pio Hayon SVD mengangkat judul :  Siapakah Aku Ini.

Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD pada hari biasa khusus Pekan Adven III ini merujuk pada Bacaan I: Kid. 2: 8-14 dan Injil : Luk. 1: 39-45

Berikut ini teks lengkap renungan Bruder Pio Hayon SVD.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai sejahtera untuk kita semua. Pertanyaan tentang siapakah aku adalah pertanyaan klasik dari jaman dulu sampai sekarang dan selalu menjadi pertanyaan dengan jawaban yang akan sulit dan bervariasi tergantung siapa yang akan menjawabnya.

Namun yang terpenting di sini adalah pertanyaan ini selalu relavan untuk kita semua karena dari pertanyaan inilah kita dilatih untuk menjadi jujur melihat.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Memasuki hari-hari persiapan Natal mengenangkan kelahiran Yesus, Sang Emanuel, Gereja juga menyuguhkan inspirasi untuk kita sebagai bahan persiapan kita menerima Yesus si bayi natal nanti.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 21 Desember 2023, "Cinta Mendalam antara Allah dan Manusia"

Hari ini kita kembali diberi nilai baru dari Kidung Agung dan Injil Lukas. Kidung memberi kita harapan besar karena Tuhan telah menempatkan kita sebagai kekasihNya yang ditujuakan kepada PutraNya.

Dan karena kita juga telah menjadi anak-anakNya maka kita pun menjadi kekasihNya yang selalu mendapat perhatian dan penuh belas kasih kepada kita.

Kasih karunia dan belas kasihan yang besar itu akan selalu diberikan kepada semua yang telah menaruh cinta yang besar juga kepada Allah. Dan itu ditunjukkan oleh Maria dalam kunjungannya kepada Elisabet saudarinya.

Kunjungan Maria kepada Elisabet adalah juga bagian dari kisah tentang belas kasihan Allah yang begitu besar kepada kedua saudara ini. Mereka secara luar biasa mendapat kasih karunia di hadapan Allah dan saling membagi berkat itu satu dengan yang lainnya.

Kisah itu dimulai setelah Maria mendapat kabar dari Malaikat Gabriel tentang dirinya yang akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Maria lalu pergi ke wilayah pegunungan di wilayah Yehuda untuk mengunjungi Elisabet di rumah Zakharia.

Dan sebagai orang yang Yahudi yang baik selalu memberi salam kepada penghuni rumah sebagai tradisi yang baik seperti biasanya.

Menjadi menarik adalah bahwa ketika Elisabet mendengar salam dari Maria, anak di dalam rahim Elisabet melonjak gegirangan dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved