Berita Belu
TPPS Provinsi NTT dan Pemda Belu Sinergi Percepat Penurunan Stunting
Data menunjukkan bahwa dari 17.927 balita yang menjadi sasaran, sebanyak 1.984 balita atau 11,1 persen mengalami stunting.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Belu menggelar Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di Timor Hotel Atambua.
Rakor ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Belu, Sabina Mau Taek, serta Manajer Bidang Data Monitoring dan Evaluasi Satgas Percepatan PPS Provinsi NTT, Wahyu Adiningtyas dan para camat se Kabupaten Belu.
Wakil Bupati Belu, menyampaikan bahwa penurunan angka stunting tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
Sejumlah upaya telah dilakukan dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berkolaborasi mencapai target yang telah ditetapkan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca NTT Besok, Senin 18 Desember 2023, BMKG: Belu dan Malaka Waspada Hujan Sedang-Lebat
"Tahun 2024, target pemerintah adalah stunting turun satu digit. Saat ini, angka stunting per Agustus berada di posisi 11,1 persen dengan jumlah kasus mencapai 1.984 orang. Tahun ini, kita berharap angka itu bisa turun satu digit menjadi 9 persen," ujar Wabup Alo. Rabu, 20 Desember 2023.
Penurunan stunting, menurutnya, sudah menjadi komitmen bersama. "Koordinasi ini penting dengan jajaran puskesmas dan unsur terkait lainnya, sehingga kita dapat bergerak satu arah dan terpadu dalam penanganan stunting," tambahnya.
Wakil Bupati berharap bahwa publikasi angka stunting dapat memperkuat komitmen dan kerjasama lintas sektor, pemerintah, dan masyarakat dalam gerakan bersama menurunkan stunting di Kabupaten Belu.
"Saya berharap pertemuan ini memberikan data yang akurat untuk mengidentifikasi permasalahan di setiap indikator aksi intervensi penurunan stunting," harapnya.
Sementara Manajer Bidang Data Monitoring dan Evaluasi Satgas Percepatan PPS Provinsi NTT, Wahyu Adiningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi tentang pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting di semua tingkatan wilayah.
Hal Ini, kata dia, juga mencakup capaian, kendala, tantangan, serta strategi yang telah disusun dan dilaksanakan pada tahun 2023.
"Percepatan penurunan stunting bukan hanya soal angka naik atau turun, tapi melibatkan indikator yang menjadi tanggung jawab setiap dinas. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan strategi seperti peningkatan komitmen, koordinasi, dan kerjasama antar instansi terkait serta mitra penyelenggara," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BP4D) telah merilis data stunting tingkat Kabupaten Belu Tahun 2023.
Hal ini dalam rangka penanggulangan dan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Belu juga sebagai landasan bagi seluruh kecamatan untuk mengidentifikasi dan mengawal kasus stunting.
Baca juga: Tekan Risiko Kematian Ibu dan Bayi, Pemda Belu Gelar Audit Maternal Perinatal 2023
Sementara data yang diperoleh Pos Kupang dari Dinkes Belu hasil timbang bulan Agustus 2023 menunjukkan progres yang positif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Rapat-Koordinasi-Teknis-Percepatan-Penurunan-Stunting.jpg)