Sabtu, 18 April 2026

Berita Belu

Tekan Risiko Kematian Ibu dan Bayi, Pemda Belu Gelar Audit Maternal Perinatal 2023

Hingga November 2023, tercatat 6 kasus kematian ibu dan 46 kasus kematian bayi.

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
AUDIT - Pemerintah Kabupaten Belu, melalui Dinas Kesehatan, menggelar kegiatan audit maternal perinatal sebagai langkah konkret untuk menekan risiko kematian ibu dan bayi di wilayah tersebut. Jumat, 15 Desember 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu, melalui Dinas Kesehatan, menggelar kegiatan audit maternal perinatal sebagai langkah konkret untuk menekan risiko kematian ibu dan bayi di wilayah tersebut. 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan analisis audit maternal dan perinatal (AMP) serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan pelayanan kesehatan ibu dan anak. 

Hingga November 2023, tercatat 6 kasus kematian ibu dan 46 kasus kematian bayi.

Karena itu, upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak menjadi fokus dalam desiminasi hasil audit maternal perinatal tingkat Kabupaten Belu tahun 2023. 

Baca juga: Peringati Hari Juang TNI AD ke-78, Kodim Belu Gelar Aneka Kegiatan Sosial

Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens MM, dan Kepala Dinas Kesehatan, drg Ansila Eka Muti, serta tiga narasumber dari kalangan ahli kesehatan.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Susteran SSpS Atambua Jumat, 15 Desember 2023.

Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens, MM, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu sangat peduli terhadap masalah kesehatan ibu dan anak. 

Angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi menjadi perhatian serius, dan audit maternal perinatal menjadi metode komprehensif untuk mengidentifikasi penyebab dan faktor-faktor terkait.

Baca juga: BREAKING NEWS: WNA Asal Cina Ditemukan Tewas di Desa Silawan Kabupaten Belu

"Peningkatan kesehatan ibu dan anak menjadi fokus utama, dan melalui kegiatan ini, saya berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat di implementasikan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak," ungkap Wakil Bupati.

Dalam konteks nasional, kata Wabup Aloysius pembangunan kesehatan diarahkan oleh Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. 

Dalam RPJMN tersebut memberikan arahan pada pembangunan bidang kesehatan dengan visi meningkatkan pelayanan kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional, khususnya dengan penguatan pelayanan kesehatan primer dan peningkatan upaya promotif dan preventif.

 

Peningkatan kesehatan ibu dan anak menjadi fokus pembangunan dengan tujuan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Neonatal, serta meningkatkan cakupan vaksinasi. 

"Oleh karena itu, audit maternal perinatal menjadi instrumen penting dalam mengevaluasi dan meningkatkan pelayanan kesehatan," katanya. 

Mantan Kaban Kesbangpol Kabupaten Belu ini mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, demi tercapainya masyarakat Belu yang sehat, berkarakter, dan kompetitif. (cr23) 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved