Jumat, 10 April 2026

Berita Manggarai Barat

Jurus Manggarai Barat Atasi Perubahan Iklim, Tanam 500 Ribu Anakan Bambu

Memang kita ingin menggerakan penghijauan penanaman pohon-pohon, agar berkaitan dengan perubahan iklim itu betul-betul kita nyata bertindak

|
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
BUPATI - Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyampaikan arahan dalam Seminar Nasional Pembangunan Berketahanan Iklim Lintas Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur, Jumat 8 Desember 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat beberapa tahun belakang gencar mengkampanyekan gerakan tanam Bambu di wilayah itu untuk mengatasi dampak perubahan iklim.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menyampaikan bambu memiliki banyak manfaat secara sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan, serta berperan juga dalam pengendalian perubahan iklim.

"Kita bekerja sama dengan Keuskupan Ruteng yang pencanangannya sampai dengan Desember ada 500 ribu pohon Bambu yang akan ditanam, dan yang sudah terlaksana 63 ribu," kata Bupati Edi dalam acara Seminar Nasional Pembangunan Berketahanan Iklim Lintas Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur, Jumat 8 Desember 2023.

Selain itu, lanjutnya, dalam Peraturan Bupati tentang pedoman penyusunan APBDesa tahun 2023, tentang Program Ketahanan Pangan, setiap desa wajib mengalokasikan dana desa sebesar Rp15 juta untuk menanam bambu.

Baca juga: Jokowi Kunjungi NTT, Lapangan Wae Sambi Labuan Bajo Manggarai Barat Dipercantik

Uang itu dialokasikan hanya untuk biaya pengangkutan dari pusat pembibitan bambu ke lokasi penanaman. Sementara anakan bambu  disiapkan secara gratis.

Menurut Edi, ini bukan sekedar program melainkan telah menjadi sebuah gerakan menanam bambu khususnya menyasar para pelajar.

"Lokusnya adalah anak-anak SD dan SMP agar mereka sedini mungkin tertanam dalam benak menciptakan lingkungan yang penuh dengan oksigen, penyerapan karbon dan pada gilirannya akan bisa menimbulkan sumber mata air. Semua upaya itu untuk menjawab tantangan perubahan iklim," ungkapnya.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, Kabupaten Manggarai Barat akan menerbitkan aturan baru yang sangat mendukung kelestarian lingkungan. Regulasi itu akan mewajibkan warga Manggarai Barat menanam 10 bakal bambu untuk satu pohon bambu yang dipotong.

"Aturan itu diharapkan mampu mendorong lebih banyak orang untuk menanam dan membudidayakan bambu," kata Edi Endi.

Selain untuk menyuplai kebutuhan oksigen, kata Edi, bambu bisa memberi manfaat ekonomi. Salah satunya bisa menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi.

Ia mengatakan, upaya dan gerakan menanam bambu di Kabupaten Manggarai Barat mulai digalakkan sejak 2021. Namun, saat itu masih sporadis belum masif. Penanaman bambu dengan terencana dan masif baru dilakukan pada awal tahun 2023.

Ia menambahkan, untuk meningkatkan manfaat bambu, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan pada tahun depan furnitur di daerah wisata super prioritas tersebut menggunakan bambu. "Harapannya 2024 semua meja dan tiang bangunan di daerah ini bahannya terbuat dari bambu," imbuhnya.

Presiden Jokowi dalam lawatan ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat baru-baru ini menyampaikan isu perubahan iklim menjadi perhatian serius pemerintah. Pernyataan itu disampaikan Kepala Negara usai menanam pohon di Embung Anak Munting.

Jokowi menyebut aksi penanaman pohon sudah dilaksanakan secara bertahap di sejumlah daerah, salah satunya Kabupaten Manggarai Barat. Menurutnya ini merupakan tindakan nyata Indonesia menghadapi perubahan iklim yang terjadi.

Baca juga: Kapolres Manggarai Barat Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kapolsek Komodo

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved