Gunung Marapi Erupsi

Gunung Marapi Erupsi, Misi Pencarian Korban Resmi Dihentikan

Misi pencarian dan penyelamatan korban akibat erupsi Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat resmi diakhiri. Total korban tewas 23 orang.

Editor: Agustinus Sape
Foto AFP
Tim SAR mengevakuasi salah satu korban meninggal korban letusan Gunung Marapi pada 3 Desember 2023 di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Korban ini ditemukan pada 5 Desember 2023 dan merupakan korban terakhir. 

POS-KUPANG.COM - Misi pencarian dan penyelamatan korban akibat erupsi Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat resmi diakhiri. Total korban tewas dalam insiden ini sebanyak 23 orang.

Para pejabat pada Kamis 7 Desember 2023 mengatakan mereka yakin setiap orang yang hilang telah ditemukan meskipun ada kekhawatiran awal bahwa beberapa orang mungkin menggunakan rute pendakian tidak resmi dan belum ditemukan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Ichwan Pratama Danda mengatakan, seluruh korban telah ditemukan dan korban terakhir ditemukan meninggal dunia, sehingga operasi pencarian dan pertolongan ditutup.

Wakil Kapolda Sumbar Edi Mardianto pada 6 Desember malam mengatakan seluruh tim penyelamat akan kembali ke unit masing-masing.

Menurut Kepala Badan Vulkanologi Indonesia, Hendra Gunawan, Gunung Marapi telah berada pada tingkat kedua dari sistem peringatan empat tingkat sejak tahun 2011, dan zona eksklusi telah diberlakukan di sekitar kawahnya.

Baca juga: Gunung Marapi di Sumatera Barat Meletus, Kolom Abu Teramati Setinggi 3.000 Meter

Gunung Marapi memuntahkan abu setinggi 3.000 m ke langit pada tanggal 3 Desember saat 75 orang melakukan pendakian di area tersebut.

Banyak orang berhasil diselamatkan namun 23 orang ditemukan tewas, yang terakhir pada tanggal 6 Desember malam, dalam upaya penyelamatan yang sulit terhambat oleh letusan lebih lanjut dan cuaca buruk yang terkadang memaksa para pekerja untuk berlindung.

Indonesia sering mengalami aktivitas seismik dan vulkanik karena posisinya di “Cincin Api” Pasifik, tempat lempeng tektonik bertabrakan. Marapi adalah gunung berapi paling aktif di Sumatera, dan salah satu dari hampir 130 gunung berapi aktif di kepulauan Indonesia.

Daftar korban meninggal 

Berikut adalah daftar korban jiwa meninggal dunia di Gunung Marapi yang telah teridentifikasi:

1. Muhammad Adan/21th/L
2. Muhammad Teguh Amanda/19th/L
3. Nazahra Adzin Mufadhol/22th/L
4. Muhammad Alfikri/19th/L
5. Nurva Afitri/27th/P
6. M. Wilki Syaputra/20th
7. Divo Suhandra/26th
8. Afranda Junaidi/26th
9. Wahlul Alde Putra/19th
10. Riski Rahmat Hidayat/20th
11. Reyhani Zahra Fadli/18th
12. Filhan Alfiqh Faizin/18th
13. Aditya Prasetyo/20th
14. Yasirli Amri/20th
15. Irfandi Putra/21th
16. Muhammad Iqbal/23th
17. Ilham Nanda Bintang/21th
18. Novita Intan Sari/39th
19. Lenggo Baren/19th
20. Zikri Habibi/19th
21. Liarni/22th
22. Frengki Chandra Kusuma/23th
23. Siska Alfina

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Ichwan Pratama Danda mengkonfirmasi bahwa korban terakhir yang ditemukan meninggal dunia telah teridentifikasi, maka dengan ditemukannya korban terakhir tersebut, operasi SAR gabungan rencananyaa akan ditutup.

"Semua korban sudah ditemukan, terakhir satu orang meninggal dunia. Dengan begitu untuk pencarian dan pertolongan yang dikomandoi rekan Basarnas, sesuai hasil rapat evaluasi tadi dan sudah ditemukan, operasi SAR kita tutup," ujar Ichwan saat dihubungi.

Meski misi pencarian telah ditutup, Ichwan mengatakan, BPBD Kabupaten Agam akan tetap mengaktifkan posko tanggap darurat.

Ia menjelaskan, pembukaan posko tersebut bertujuan agar apabila ada pihak yang masih mencari anggota keluarganya dapat berkoordinasi lebih lanjut di posko tersebut.

"Tapi untuk BPBD, posko tanggap darurat masih akan kita aktifkan dalam situasi darurat ini, karena mana tahu ada keluarga yang mencari anggota keluarganya maka bisa mencari ke sini (posko) dengan membawa data valid dan kami lebih sarankan apabila ada yang mencari untuk datang ke posko karena kalau lewat telepon rawan miskomunikasi," tambahnya.

Sementara itu, pihak BPBD juga direncanakan akan berkoordinasi dengan lintas instansi mulai dari instansi yang menangani sektor pertanian, kehutanan, hingga kesehatan guna menangani dampak lanjutan dari erupsi Gunung Marapi ini.

Ia juga memberikan imbauan kepada masyarakat di sekitar Gunung Marapi untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 km dari puncak.

Selain itu, masyarakat yang berada di 4 kecamatan terdekat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan memakai masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang masih simpang siur dan tidak menyebarkan informasi yang belum bisa diverifikasi kebenarannya. Harap selalu mengikuti arahan dan imbauan dari pemerintah daerah setempat.

(vietnamplus.vnbnpb)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved