Gunung Marapi Erupsi
Gunung Marapi Erupsi, Misi Pencarian Korban Resmi Dihentikan
Misi pencarian dan penyelamatan korban akibat erupsi Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat resmi diakhiri. Total korban tewas 23 orang.
POS-KUPANG.COM - Misi pencarian dan penyelamatan korban akibat erupsi Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat resmi diakhiri. Total korban tewas dalam insiden ini sebanyak 23 orang.
Para pejabat pada Kamis 7 Desember 2023 mengatakan mereka yakin setiap orang yang hilang telah ditemukan meskipun ada kekhawatiran awal bahwa beberapa orang mungkin menggunakan rute pendakian tidak resmi dan belum ditemukan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Ichwan Pratama Danda mengatakan, seluruh korban telah ditemukan dan korban terakhir ditemukan meninggal dunia, sehingga operasi pencarian dan pertolongan ditutup.
Wakil Kapolda Sumbar Edi Mardianto pada 6 Desember malam mengatakan seluruh tim penyelamat akan kembali ke unit masing-masing.
Menurut Kepala Badan Vulkanologi Indonesia, Hendra Gunawan, Gunung Marapi telah berada pada tingkat kedua dari sistem peringatan empat tingkat sejak tahun 2011, dan zona eksklusi telah diberlakukan di sekitar kawahnya.
Baca juga: Gunung Marapi di Sumatera Barat Meletus, Kolom Abu Teramati Setinggi 3.000 Meter
Gunung Marapi memuntahkan abu setinggi 3.000 m ke langit pada tanggal 3 Desember saat 75 orang melakukan pendakian di area tersebut.
Banyak orang berhasil diselamatkan namun 23 orang ditemukan tewas, yang terakhir pada tanggal 6 Desember malam, dalam upaya penyelamatan yang sulit terhambat oleh letusan lebih lanjut dan cuaca buruk yang terkadang memaksa para pekerja untuk berlindung.
Indonesia sering mengalami aktivitas seismik dan vulkanik karena posisinya di “Cincin Api” Pasifik, tempat lempeng tektonik bertabrakan. Marapi adalah gunung berapi paling aktif di Sumatera, dan salah satu dari hampir 130 gunung berapi aktif di kepulauan Indonesia.
Daftar korban meninggal
Berikut adalah daftar korban jiwa meninggal dunia di Gunung Marapi yang telah teridentifikasi:
1. Muhammad Adan/21th/L
2. Muhammad Teguh Amanda/19th/L
3. Nazahra Adzin Mufadhol/22th/L
4. Muhammad Alfikri/19th/L
5. Nurva Afitri/27th/P
6. M. Wilki Syaputra/20th
7. Divo Suhandra/26th
8. Afranda Junaidi/26th
9. Wahlul Alde Putra/19th
10. Riski Rahmat Hidayat/20th
11. Reyhani Zahra Fadli/18th
12. Filhan Alfiqh Faizin/18th
13. Aditya Prasetyo/20th
14. Yasirli Amri/20th
15. Irfandi Putra/21th
16. Muhammad Iqbal/23th
17. Ilham Nanda Bintang/21th
18. Novita Intan Sari/39th
19. Lenggo Baren/19th
20. Zikri Habibi/19th
21. Liarni/22th
22. Frengki Chandra Kusuma/23th
23. Siska Alfina
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Ichwan Pratama Danda mengkonfirmasi bahwa korban terakhir yang ditemukan meninggal dunia telah teridentifikasi, maka dengan ditemukannya korban terakhir tersebut, operasi SAR gabungan rencananyaa akan ditutup.
"Semua korban sudah ditemukan, terakhir satu orang meninggal dunia. Dengan begitu untuk pencarian dan pertolongan yang dikomandoi rekan Basarnas, sesuai hasil rapat evaluasi tadi dan sudah ditemukan, operasi SAR kita tutup," ujar Ichwan saat dihubungi.
Meski misi pencarian telah ditutup, Ichwan mengatakan, BPBD Kabupaten Agam akan tetap mengaktifkan posko tanggap darurat.
Ia menjelaskan, pembukaan posko tersebut bertujuan agar apabila ada pihak yang masih mencari anggota keluarganya dapat berkoordinasi lebih lanjut di posko tersebut.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.