Berita Manggarai Barat
Seekor Komodo Berkeliaran Saat Rakornas di Labuan Bajo
Meski begitu keberadaan hewan purba itu sempat mengejutkan sejumlah panitia dan awak media yang saat itu sedang menunggu di area balkon GMCC.
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Seekor komodo berukuran kecil terlihat berkeliaran di sekitar kawasan Golo Mori Convention Center (GMCC) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Komodo itu berkeliaran tepat saat berlangsungnya Rakornas Percepatan Pengembangan 5 DPSP yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), di GMCC Labuan Bajo, Rabu 6 Desember 2023.
Beberapa menteri dan wakil menteri hadir dalam pertemuan itu. Di antaranya Menko BUMN Erick Thohir, Menparekraf Sandiaga Uno, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Wamen Agama Saiful Rahmat Dasuki dan Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo.
Baca juga: Kronologi Terungkapnya Upaya Penyelundupan Anak Komodo di Labuan Bajo
Penampakan komodo tersebut tak menganggu jalannya pertemuan. Rakornas berjalan aman dan sukses.
Meski begitu keberadaan hewan purba itu sempat mengejutkan sejumlah panitia dan awak media yang saat itu sedang menunggu di area balkon GMCC.
Keberadaan komodo tersebut pertama kali diketahui oleh Yoflan Bagang, wartawan media online. Yoflan mulanya mengira hewan tersebut merupakan biawak.
"Saya penasaran, karena agak jauh makanya saya ambil camera dan zoom dekat-dekat, ternyata benar itu komodo, saya yakin sekali," ujarnya.
Baca juga: Anak Komodo di NTT Dijual Rp 28 Juta Per Ekor
Yoflan makin yakin itu adalah komodo ketika melihat hewan endemik tersebut terus menjulurkan lidah. Perilaku itu memang menjadi kebiasaan komodo untuk mengatur suhu di tubuhnya. "Komodo memang sering begitu (menjulurkan lidah)," kata Yoflan.
Ini bukan kali pertama komodo terlihat di Golo Mori. Sebelumnya pada 4 Agustus 2023 seekor komodo terlihat berkeliaran di Jalan Akses Labuan Bajo - Golomori yang diresmikan Presiden Jokowi.
Komodo itu berjalan merayap di tebing yang sudah terlindungi dari potensi longsor (proteksi tebing geomat). Pihak BKSDA NTT saat itu mengkonfirmasi bahwa hewan yang berkeliaran di jalan itu adalah benar komodo.
Berdasarkan monitoring menggunakan kamera trap pada ekspedisi komodo di Flores tahun 2015 - 2018 oleh BKSDA NTT, ditemukan 5 hingga 12 individu komodo hidup dan berkembang biak di Golo Mori.
Diketahui, kawasan pesisir Golo Mori tak jauh dari Pulau Rinca, salah satu habitat komodo di Taman Nasional Komodo. Daerah tersebut dipisahkan oleh Selat Molo Mori, yang terkenal dengan arus yang deras. (uka)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/anak-komodo-rakornas.jpg)