Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 28 November 2023, Waspadalah
Mimpi Daniel adalah tentang sebuah kerajaan yang akan muncul dan mejadi kerajaan besar yang tak terkalahkan.
Yesus meramalkan akan jatuhnya kota Yerusalem dan akan dihancurkan termasuk baic suci Yerusalem yang megah itu. Dan para muridNya yang mendengar ramalan Yesus itu bertanya: “Guru, bilamanakahh hal itu akan terjadi?”
Lalu Yesus menjawab mereka: “Waspadalah, jangan sampai kalian disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata: ‘Akulah Dia’ dan ‘Saatnya sudah dekat’.
Janganlah kalian mengikuti mereka. Dan bila kalian mendengar kabar tentang perang dan pemberontakan, janganlah kalian terkejut. Sebab semuanya itu akan terjadi dahulu tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”
Yesus memberi wejangan kepada para muridNya untuk selalu tetap waspada. Itu berarti Yesus sedang mengajak para muridNya untuk tetap bersiap-siap dan berhati-hati sekaligus juga berjaga-jaga agar tidak sampai disesatkan oleh begitu banyak orang atau aliran lain yang datang menggoda mereka untuk mengikuti mereka.
Waspada juga berarti tetap memberikan perhatian kepada Tuhan selalu dalam situasi apapun sehingga kita tidak cepat tergoda dan tesesat.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 27 November 2023, Memberi Lebih Banyak
Ketika kita refleksikan kembali kata-kata atau wejangan Yesus kepada para muridNya ini terlihat bahwa dunia kita pun sudah terjadi banyak hal, ada perang, ada penyakit, ada kejadian aneh dari berbagai belahan dunia dan seterusnya akan terjadi banyak hal-hal lain yang aneh di atas muka bumi ini.
Tetapi pada saat yang sama kita tak perlu takut tetapi tetap waspada dan membiarkan hati kita selalu terpaut pada Tuhan agar kita tidak gampang jatuh dalam kejahatan atau dosa sehingga ketika saatNya telah tiba, kita didapatinya tetap berjaga-jaga karena hati dan budi kita selalu terpaut padaNya.
Ada banyak hal sudah terjadi di sekitar kita dan marilah kita semakin memperhatikan diri kita masing-masing agar tidak terjebak dalam permainan para nabi-nabi palsu yang menyatakan diri mereka sebagai Tuhan.
Dan sudah banyak orang yang mulai mengkultuskan diri sebagai “tuhan” di kantor, di rumah, di sekolah atau di gereja, atau di mana-mana.
Marilah kita semakin waspada agar kita pun tidak jatuh dalam godaan untuk mengkultuskan diri kita seperti “tuhan” untuk dihormati dan disanjung karena kita hanya punya satu Tuhan.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Pesan untuk kita, pertama: waktu atau saatnya Tuhan pasti akan datang, tetapi kita tidak akan pernah tahu kapan. Kedua: Tuhan meminta kita untuk selalu waspada agar kita tidak gampang jatuh dalam dosa karena disesatkan atau menyesatkan orang lain. Ketiga, berwaspada berarti juga tetap mengarahkan hati dan budi kita selalu kepada Tuhan agar kita tetap berjalan di jalan Tuhan.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-Bruder_05.jpg)