Berita Manggarai Timur
Mata Air Wae Ros Mano Manggarai Timur Kembali Naik 1 Liter/Detik
Kevin menerangkan, sumber mata air Wae Ros terdiri dari dua jaringan distribusi air bersih utama yakni untuk pipa 4 dim melayani Lame dan Bea Laing.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG -- Debit mata air Wae Ros Mano, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur kini kembali naik 1 liter/detik menjadi 8,5 liter/detik dari sebelumnya turun hingga 7,5 liter/detik dampak kemarau panjang.
Hal ini disampaikan oleh Kepala UPTD SPAM Kabupaten Manggarai Timur Fransiskus Yun Aga kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 21 November 2023.
Kevin yang akrab disapa ini menerangkan, dampak musim kemarau yang berkepanjangan, mata air Wae Ros yang melayani IKK Mano menurun drastis dimana dari sebelumnya 12,5 liter/detik, menurun hanya 7,5 liter/detik. Namun kini sudah kembali naik debutnya 1 liter/detik atau sudah 8,5 liter/detik.
Baca juga: HUT Kabupaten Manggarai Timur Ke-16, Pemkab Luncurkan Logo dan Tagline Baru
Menurut Kevin, kembali baiknya debit mata air Wae Ros ini dikarenakan beberapa hari terakhir ini telah terjadi hujan di wilayah Lamba Leda Selatan dan sekitarnya.
Kevin menerangkan, sumber mata air Wae Ros terdiri dari dua jaringan distribusi air bersih utama yakni untuk pipa 4 dim melayani Lame dan Bea Laing.
Dan jaringan pipa 6 dim melayani wilayah sepanjang wilayah Weri Waso, Wejang Raci, Benteng Lima, Tompok dan SMK Mano.
Lanjut Kevin, sedangkan untuk sumber air di Danau Ranamese yang merupakan danau terbesar di Kabupaten Manggarai Timur yang ada di Kawasan Taman Wisata Alama (TWA) di Kecamatan Ranamese yang mengalami penurunan debit volume air 5 liter/detik dampak kemarau panjang, kini belum ada kenaikan debit.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pemilik Pondok Pesantren di Manggarai Timur Lecehkan Anak di Bawah Umur
"Belum ada kenaikan debit air setelah kemarin terjadi penurunan debitnya 5 liter/detik akibat kemarau panjang. Mungkin karena volume air cukup bedar,"ujarnya.
Kevin juga menerangkan, danau Ranamese merupakan salah satu sumber air baku yang berada di kawasan TWA milik BKSDA. Dimana dalam peraturanya pemanfaatan air minum pada kawasan TWA sebesar 20 persen dari 50 persen air baku yang tersedia. Sedangkan danau Ranamese dengan kapasitas 250 liter/detik, maka pemanfaatan air minum bersih maksimal 25 liter/detik.
Kevin juga menerangkan selama ini pihaknya menggunakan produksi 25 liter/detik. Namun kondisi saat ini sudah terjadi penurunan yang hanya diproduksi di reservoir Golo Nderu 20 liter/detik saja. Artinya terjadi penurunan debit air kurang lebih 5 liter/detik di sumber air bakau danau Ranamese.
Baca juga: Pria di Manggarai Timur Lecehkan Anak, Polres Tetapkan PI, Ketua Yayasan Pondok Jadi Tersangka
"Tidak bisa berpandangan bahwa danau ini besar kita bisa ambil tambah untuk penambahan volume, tetapi secara aturan tidak boleh, kita hanya bisa ambil sesuai ijinan dari KSDA sesuai dengan jalur air yang boleh kita ambil. Kita ambil maka dilarang karena akan menggangu seluruh ekosistem yang ada di danau itu,"ujar Kevin.
"Orang berpandangan bahwa danau yang begitu besar tidak mungkin berkurang, tetapi kami punya data history setiap bulanan kita ukur dan terjadi penurunan drastis di bulan Mei sampai Oktober ini sampai pada 5 liter/detik,"ujarnya.
Kevin juga menerangkan, sumber air baku danau Ranamese itu 70 persen melayani air bersih bagi warga di Kota Borong yakni Jengkok, Lodos, Longko, Lehong, Satar Peot, Rana Loba dan Kisol. Sedangkan 30 persen menggunakan sumber mata air Wae Mao, Golo Loni dan mata air Wae Mas di Desa Golo Lalong. (rob)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-UPT-SPAM-Matim.jpg)